MAKASSAR, HAWA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pendidikan putra-putri daerah. Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza DP, mendatangi langsung Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar untuk memverifikasi data mahasiswa asal Sulteng yang berhak menerima bantuan pendidikan melalui Program Beasiswa BERANI Cerdas.

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan data penerima benar-benar valid sebelum dana dicairkan. Dalam kunjungannya pada Selasa (03/02), Firmanza membawa kabar gembira bagi ratusan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Kampus Merah tersebut. Ia memastikan Pemprov Sulteng segera melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mereka yang datanya telah terverifikasi.

Firmanza menjelaskan bahwa proses verifikasi faktual ini sangat krusial agar bantuan tepat sasaran. Berdasarkan data yang dipegang oleh Dinas Pendidikan, tercatat ada ratusan nama mahasiswa yang masuk dalam daftar tunggu pembayaran.

“Kami datang ke sini ingin memverifikasi langsung anak-anak kami yang kuliah di UNHAS. Data yang kami pegang saat ini ada sekitar 288 orang. Insya Allah, UKT mereka akan segera kita bayarkan,” tegas Firmanza di sela-sela kunjungannya.

Komitmen ini menjadi angin segar bagi mahasiswa dan orang tua, mengingat biaya pendidikan tinggi yang terus meningkat. Pemprov Sulteng menegaskan akan menanggung seluruh kebutuhan biaya kuliah (UKT) bagi penerima beasiswa BERANI Cerdas yang status kemahasiswaannya masih aktif.

Untuk mempermudah proses dan menjamin dana digunakan sebagaimana mestinya, Pemprov Sulteng menetapkan mekanisme pembayaran non-tunai langsung ke institusi. Firmanza menyebutkan bahwa pihaknya tidak mentransfer dana ke rekening pribadi mahasiswa, melainkan langsung ke rekening rektorat UNHAS.

“Kita akan membayarkan langsung UKT anak-anak kita ke pihak rektorat atau ke pihak kampus. Jadi mekanismenya business to business antara Pemprov dan Universitas untuk menjamin kelancaran administrasi,” ujarnya.

Satu hal yang sering menjadi kekhawatiran mahasiswa adalah ketika jadwal pembayaran UKT di kampus lebih cepat daripada jadwal pencairan beasiswa. Menjawab keresahan ini, Firmanza membawa solusi konkret. Ia meminta mahasiswa yang sudah terlanjur membayar UKT menggunakan uang pribadi atau orang tua untuk tidak panik.

Program yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ini telah menyiapkan skema reimbursement atau pengembalian dana. Hal ini merupakan bentuk perlindungan agar hak mahasiswa penerima beasiswa tidak hangus hanya karena masalah teknis jadwal pembayaran.

“Kalau anak-anak sudah terlanjur membayar UKT duluan, Insya Allah akan kita kembalikan. Mekanismenya nanti melalui pihak kampus dengan cara membawa dan melampirkan bukti-bukti pembayaran yang sah,” pungkas Firmanza.*/LIA

Beasiswa BERANI Cerdas

Pemprov Sulteng pastikan 288 mahasiswa UNHAS terima beasiswa BERANI Cerdas. Cek mekanisme pembayaran UKT dan solusi refund dana di sini.