PALU, HAWA – Anggota DPRD Kota Palu, Sucipto S. Rumu, mengungkapkan adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak signifikan pada pagu dana Pokok Pikiran (Pokir). Dalam kegiatan reses masa persidangan Caturwulan I Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat, Jumat (6/2), Sucipto menyampaikan bahwa dana aspirasi yang semula Rp1 miliar kini mengalami penyesuaian menjadi Rp750 juta per anggota dewan.
Pengurangan pagu anggaran ini menuntut masyarakat dan konstituen untuk lebih bijak dan selektif. Sucipto mengajak warga di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Palu Selatan dan Tatanga untuk bersama-sama menentukan skala prioritas dalam mengajukan usulan pembangunan. Menurutnya, pemilahan kebutuhan mendesak menjadi kunci agar manfaat pembangunan tetap dapat dirasakan secara optimal meski di tengah keterbatasan anggaran.
Politisi dari Fraksi PKS ini menegaskan kembali fungsi reses sebagai jembatan aspirasi yang vital. Ia meminta warga mengisi formulir aspirasi secara tertulis agar tercatat rapi dalam berita acara reses. Data tersebut nantinya akan diinput ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) untuk mendapatkan persetujuan dan verifikasi dari Kementerian Dalam Negeri.
“Sekian puluh usulan yang coba kita ajukan ke sistem informasi pembangunan daerah (SIPD), disanalah yang akan menentukan usulan mana yang bersyarat atau memenuhi syarat untuk ditindak lanjuti,” ujar Sucipto di hadapan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan warga dari Kelurahan Nunu, Petobo, dan Birobuli.
Kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaparkan program teknis yang bisa diakses masyarakat. Sekretaris Dinas Pariwisata, Idris, menjelaskan peluang bantuan bagi pelaku ekonomi kreatif yang mencakup 17 subsektor, mulai dari kriya, konten kreator, hingga dukungan festival budaya. Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyosialisasikan program bedah rumah dan perbaikan jalan lingkungan, bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang fokus pada penanganan banjir melalui geopori dan pengelolaan sampah.
Sesi diskusi berjalan dinamis dengan munculnya beragam aspirasi warga. Masyarakat Kelurahan Nunu menyoroti perlunya pengaktifan kembali sanggar seni dan sarana olahraga untuk kegiatan positif pemuda. Di sisi lain, warga Petobo menyampaikan keluhan serius terkait infrastruktur pasca-gempa, khususnya jalan rusak di Tanggul Selatan 1 serta kondisi Taman Kota Doyata yang gelap dan minim perawatan. Aspirasi sosial juga mencuat dengan adanya permintaan bantuan perlengkapan fardhu kifaya.
Menutup kegiatan, Sucipto berkomitmen untuk terus mengawal usulan-usulan tersebut. Ia memastikan program yang telah terealisasi sebelumnya, seperti pengaspalan jalan, drainase, dan bantuan tenda kelompok, akan terus dilanjutkan keberlanjutannya dengan tetap mengacu pada mekanisme skala prioritas yang telah disepakati bersama.LIA