JAKARTA, HAWA – Google resmi meluncurkan Nano Banana 2 sebagai model AI generasi gambar default terbaru pada 26/02 untuk meningkatkan pengalaman pengguna di aplikasi Gemini. Teknologi yang secara teknis bernama Gemini 3.1 Flash Image ini kini tersedia di 141 negara dengan kecepatan akses yang jauh lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya.

Keunggulan utama Nano Banana 2 terletak pada kemampuannya menghasilkan gambar beresolusi tinggi hingga 4K dengan konsistensi detail pada 14 objek dalam satu bingkai. Model ini dikembangkan oleh tim Google DeepMind untuk membawa fitur kelas profesional ke dalam model Flash yang lebih efisien bagi masyarakat luas.

Kehadiran Nano Banana 2 juga dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis seperti penggunaan tanda air SynthID dan C2PA Content Credentials. Fitur verifikasi ini telah digunakan lebih dari 20 juta kali sejak akhir tahun lalu untuk memastikan keaslian konten digital yang dihasilkan oleh para pengguna global.

“Nano Banana mencapai 1 miliar generasi gambar dalam 53 hari atau sekitar dua bulan. Itu berarti lebih dari 200 gambar per detik,” kata Josh Woodward, Vice President of Gemini and Google Labs.

“Orang-orang merespons dengan sangat baik. Mereka sangat terkesan dengannya, dan kemudian mereka menganggap namanya lucu, dan hal itu menumbuhkan diskusi,” kata Naina Raisinghani, Product Manager Google DeepMind.

Indonesia tercatat menjadi salah satu pasar terbesar dengan total produksi mencapai 18 juta gambar per hari pada akhir tahun 2025. Angka penggunaan yang sangat masif ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam ekosistem kecerdasan buatan global milik Alphabet Inc.

“Kami adalah negara tertinggi kedua di wilayah Asia Pasifik yang paling banyak menghasilkan gambar dari Nano Banana,” kata Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia.

Secara bisnis, peluncuran rangkaian model Gemini ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan. Jumlah pengguna bulanan aplikasi Gemini meningkat pesat dari 350 juta menjadi 650 juta orang, sementara nilai saham Alphabet dilaporkan naik 47 persen dalam enam bulan terakhir.