Sahabat Hawa, di tengah kesibukan mengurus keluarga, pekerjaan, dan tanggung jawab sehari-hari, sering kali kita lupa menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Padahal, HAWA sering membahas bagaimana me time menjadi kunci menghargai diri sendiri. Bukan berarti egois, ya. Justru, hal itu membantu kita tetap sehat secara emosional. Mari kita bahas lebih dalam mengapa hal ini penting bagi wanita seperti kita.

Apa Itu Me Time?

Me time adalah waktu khusus yang kita luangkan hanya untuk diri sendiri. Bisa berupa membaca buku, berjalan-jalan di taman, atau sekadar minum teh sambil mendengarkan musik favorit. Menurut psikolog klinis Dr. Naomi Ruskin dari Psychology Today, “Self-care seperti me time bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga kesejahteraan mental.”

Selain itu, bagi wanita karier yang sering multitasking, me time mencegah kelelahan. Bayangkan Anda pulang kerja lelah, tapi masih harus menyiapkan makan malam. Tanpa jeda, stres menumpuk. Namun, dengan menyisihkan 30 menit sehari, kita bisa mengisi ulang energi. Akibatnya, kita lebih sabar menghadapi anak atau rekan kerja.

Me Time, Egois?

Sering kali, kita merasa bersalah saat memilih me time. “Kok bisa-bisanya ninggalin anak demi mandi lama?” pikir kita. Padahal, pandangan ini muncul dari budaya yang mengharapkan wanita selalu mengutamakan orang lain. Di sisi lain, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa ibu yang rutin melakukannya justru lebih bahagia dan produktif.

Misalnya, seorang teman Hawa yang bekerja di kantor sambil mengasuh bayi. Awalnya, ia merasa egois saat bangun pagi untuk yoga 15 menit. Tapi, setelah seminggu, ia lebih tenang mengatur jadwal hariannya. Jadi, me time bukan melupakan orang lain, melainkan membuat kita lebih baik untuk mereka.

Me time membawa banyak keuntungan. Pertama, mengurangi stres. Saat kita rileks, hormon kortisol turun, sehingga mood lebih stabil. Kedua, meningkatkan kreativitas. Sementara itu, kita bisa merenung dan menemukan solusi masalah kerja. Ketiga, memperkuat hubungan diri. Kita belajar apa yang benar-benar kita butuhkan, seperti hobi lama yang terlupakan.

Dr. Ruskin menambahkan, “Wanita yang memprioritaskan me time cenderung punya harga diri lebih tinggi.” Bayangkan skenario ini: Anda, seorang karyawan sibuk, akhirnya punya waktu untuk journaling. Hasilnya? Keputusan karier jadi lebih tepat. Selain itu, baik untuk tubuh, seperti olahraga ringan yang menjaga berat badan ideal.

Mulailah kecil, Sahabat Hawa. Bangun 10 menit lebih pagi untuk meditasi. Atau, matikan ponsel selama makan malam. Gunakan akhir pekan untuk spa rumahan dengan masker wajah. Yang penting, jadwalkan seperti janji dokter.

Dengan begitu, kita tak lagi merasa egois. Malah, me time jadi investasi untuk hari-hari lebih bahagia. Coba terapkan mulai sekarang, dan rasakan bedanya dalam seminggu.*/LIA