PARIMO, HAWA.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hingga Selasa (3/2/2026) dini hari belum berhasil dipadamkan.

Api dilaporkan terus meluas dan mendekati permukiman warga. Jarak titik api diperkirakan sekitar 200 meter dari rumah penduduk, khususnya di Dusun III Desa Avolua. Sejumlah fasilitas umum, seperti masjid dan sekolah, juga berada di sekitar area terdampak.

Pantauan di lokasi menunjukkan petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, TNI, Polri, serta masyarakat setempat masih melakukan upaya pemadaman.

Kondisi tersebut memicu kepanikan warga. Sejumlah warga, termasuk anak-anak dan ibu-ibu, terlihat masih terjaga hingga larut malam untuk memantau langsung proses pemadaman guna memastikan situasi aman.

Camat Parigi Utara, Muhtar, mengatakan pemerintah kecamatan sebelumnya telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan. Imbauan itu disampaikan sekitar tiga minggu sebelum kejadian, setelah rapat bersama di Kantor BPBD Parigi Moutong.

Selain itu, pihak kecamatan juga telah menyosialisasikan edaran Bupati Parigi Moutong tentang larangan pembakaran, mengingat kondisi cuaca beberapa bulan ke depan diperkirakan masih kering dan rawan kebakaran.

“Imbauan sudah kami sampaikan, baik di masjid maupun di tempat-tempat umum lainnya. Tujuannya agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dengan cara dibakar, baik di kebun maupun di lahan-lahan yang ada,” kata Muhtar di lokasi, Selasa (3/2/2026).

Muhtar menjelaskan, berdasarkan laporan sementara, kebakaran masih didominasi kawasan hutan dan areal perkebunan. Untuk data rinci tanaman produktif serta luas lahan terdampak, masih dalam proses pendataan.

“Secara umum, luas kebakaran diperkirakan kurang lebih 30 hektare dan berada di wilayah pegunungan,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan para kepala desa dan kepala dusun agar mengarahkan masyarakat tetap waspada dan berjaga-jaga. Instruksi tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Parigi Utara.

“Dengan kejadian ini, kami bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Avolua memastikan penanganan benar-benar selesai,” tegas Muhtar.

Sementara itu, Kepala Desa Avolua, Tamsil, mengimbau warganya agar lebih berhati-hati dalam menyiapkan lahan pertanian. Ia menilai masih ada masyarakat yang menganggap sepele penggunaan api saat membuka atau membersihkan lahan.

“Ketika api sudah membesar, kita akan kesulitan memadamkannya,” kata Tamsil.

Tamsil menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi sejak Minggu malam dan hingga saat ini api belum padam. Sejumlah warga telah melaporkan lahan dan kebun mereka terdampak kebakaran.

Namun, pemerintah desa belum memperoleh data pasti terkait jumlah lahan yang terbakar karena pendataan masih berlangsung.

Menurut Tamsil, tanaman yang terdampak cukup beragam, antara lain kakao, durian, cengkeh, mangga, dan kelapa yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Untuk jumlah luasan dan pepohonan yang terbakar masih kami data, karena api sempat membesar dari siang hingga malam hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini dirinya bersama Camat Parigi Utara, petugas gabungan, dan masyarakat masih bersiaga di lokasi.

“Saat ini api masih menyala di beberapa titik. Ada satu titik api besar tepat di belakang Sekolah Dasar Kecil Taripajaya,” pungkas Tamsil.LIA