PALU, HAWA – Penantian panjang masyarakat Kota Palu akan kembalinya infrastruktur kebanggaan daerah akhirnya terjawab. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, secara resmi membuka Jembatan 4 Palu untuk umum pada Jumat (13/02).

Peresmian ini tidak hanya menandai rampungnya konstruksi fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata realisasi “Program BERANI Lancar” yang digencarkan pemerintah provinsi untuk mempercepat konektivitas daerah.

Kehadiran kembali Jembatan 4 Palu memiliki makna mendalam sebagai simbol kebangkitan Bumi Tadulako pascabencana gempa dan tsunami dahsyat tahun 2018 silam. Setelah melewati fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang kompleks, jembatan yang membentang gagah di atas Teluk Palu ini kini siap kembali melayani mobilitas warga.

Dalam sambutannya, Wagub Reny menegaskan bahwa pemerintah provinsi menempatkan penyelesaian jembatan ini sebagai prioritas utama. Langkah ini sejalan dengan visi Program BERANI Lancar yang berfokus pada kemudahan akses dan kelancaran infrastruktur bagi rakyat. Reny menyebut pihaknya sengaja memacu proses pembangunan agar fasilitas vital ini tidak terlalu lama “tidur”.

“Ini adalah salah satu wujud nyata dari program BERANI Lancar. Maka dari itu, kami menggenjot pembangunannya agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” tegas Reny di lokasi peresmian.

Secara fungsional, beroperasinya Jembatan 4 Palu diproyeksikan membawa dampak sistemik bagi perputaran ekonomi ibu kota provinsi. Jembatan ini memangkas jarak tempuh antarwilayah yang terpisahkan oleh teluk, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga menjadi jauh lebih efisien. Selain itu, sektor pariwisata dan aktivitas sosial dipastikan akan kembali menggeliat dengan adanya akses yang lebih terbuka ini.

Momen peresmian ini juga dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Reny optimis, jembatan dengan arsitektur menawan ini akan bertransformasi menjadi ruang publik favorit baru. Warga Palu kini memiliki lokasi representatif untuk menikmati pemandangan teluk saat sore hari atau ngabuburit.

“Sebentar lagi Bulan Suci Ramadan, pastinya tempat ini menjadi tempat untuk masyarakat jalan-jalan,” tambah Reny dengan antusias.

Meski demikian, di balik euforia peresmian, Reny menitipkan pesan serius kepada warga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap aset daerah ini. Menjaga kebersihan, tidak melakukan vandalisme, dan merawat fasilitas umum menjadi tanggung jawab kolektif agar keindahan ikon baru ini tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Saya meminta masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, mari kita sama-sama menjaga jembatan ini yang telah menjadi ikon baru untuk Kota Palu,” imbaunya.

Menutup keterangannya, Wakil Gubernur turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan penuh dari Presiden menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan kembali infrastruktur megah ini.*/LIA