MOROWALI, HAWA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali buktikan keseriusannya dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab di Indonesia. Anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) ini mengungkapkan telah merealisasikan investasi sosial mencapai Rp70 miliar untuk pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Data strategis ini terungkap saat perseroan berkolaborasi aktif dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali, Selasa (3/2), di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah.

Langkah PT Vale mendukung peningkatan kapasitas jurnalis ini bukan sekadar seremonial belaka. Manajemen memandang keberlanjutan industri tidak hanya bergantung pada kepatuhan teknis di lapangan, tetapi juga pada kualitas informasi yang beredar di publik.

Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, memaparkan rincian kontribusi perusahaan. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2015 hingga Kuartal IV 2025, dana sosial sebesar Rp70 miliar tersebut telah menyasar 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.

“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif. Kami melakukan social baseline study agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” tegas Fajrul.

Dana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta program penguatan ekonomi warga lokal.

Tidak hanya soal sosial, aspek lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam pemaparan materi UKW tersebut. Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid, memastikan perusahaan menjalankan standar pengendalian yang ketat.

Fokus utamanya meliputi pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas udara, hingga reklamasi lahan pascatambang. Anwar menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan adalah bagian integral dari strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban menggugurkan aturan perizinan.

Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menambahkan perspektif penting mengenai peran media. Menurutnya, di tengah isu miring tentang dirty nickel yang kerap menyerang industri pertambangan, kehadiran jurnalis yang kompeten sangat krusial. Wartawan bertugas menyajikan fakta yang utuh dan berimbang, bukan sekadar kritik tanpa data.

“Bagi PT Vale, kegiatan UKW merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel. Kami ingin memastikan narasi yang muncul di publik berbasis pada realitas lapangan dan data yang akurat,” ujar Suwarny.

Dukungan PT Vale ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua PWI Kabupaten Morowali, Mahmud Mattangara. Ia menilai partisipasi perusahaan tambang kelas dunia ini sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers di daerah.

Dari puluhan pendaftar, 15 peserta yang lolos seleksi kini memiliki kesempatan untuk menguji kompetensinya berkat dukungan tersebut.

Senada dengan PWI, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Morowali, Badiuz Zaman, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis. Pemerintah Daerah melihat sinergi antara korporasi dan media sangat penting untuk menyeimbangkan pemberitaan negatif dengan informasi komprehensif yang edukatif bagi masyarakat.*/LIA