PALU, HAWA.ID – Kondisi pendidikan di Sulawesi Tengah saat ini dinilai membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Pasalnya, fenomena krisis nilai pada peserta didik mulai terlihat, sehingga diperlukan kolaborasi dan inovasi antara lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.
“Termasuk keterlibatan dunia usaha, itu penting dalam membangun pendidikan karakter di sekolah,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, saat menjadi narasumber dalam talkshow pembukaan Mukerwil JSIT Wilayah Sulawesi Tengah, Ahad (19/42026).
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan karakter. Pendidikan berkarakter, kata dia, bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak.
“Lebih baik memiliki akal sehat tanpa pendidikan, daripada memiliki pendidikan tanpa akal sehat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Wiwik yang akrab disapa Bunda Wiwik menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Ia menilai, saat ini terjadi kecenderungan krisis karakter di kalangan generasi muda, sementara sistem pendidikan masih didominasi pendekatan akademik.
Karena itu, ia mendorong penerapan pendekatan holistik dalam pendidikan, yakni memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral.
“Pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi merupakan sinergi lintas sektor yang dilandasi kesamaan visi, nilai, serta tanggung jawab bersama. Tujuannya adalah membentuk generasi unggul yang berkarakter kuat.
Selain kolaborasi, inovasi juga menjadi kunci. Menurutnya, inovasi dalam pendidikan dapat diwujudkan melalui berbagai metode, seperti project-based learning, pembelajaran digital, pembelajaran kontekstual, hingga program mentoring bagi siswa.
Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap inovasi harus tetap berlandaskan nilai.
“Inovasi harus berbasis karakter, berkelanjutan, dan berorientasi pada peserta didik,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai utama dalam pendidikan karakter meliputi integritas, disiplin, empati, tanggung jawab, dan religiusitas. Untuk mewujudkannya, diperlukan keteladanan dari guru dan orang tua, pembiasaan yang menjadi budaya sekolah, serta lingkungan yang positif dan terintegrasi.
“Semua itu harus berjalan beriringan agar pendidikan karakter benar-benar terbentuk,” tandasnya. (**)