Kecelakaan pesawat seperti yang terjadi di Maros, Sulawesi Selatan, baru-baru ini, sering kali meninggalkan luka mendalam. Bagi Sahabat Hawa yang sering bepergian untuk kerja atau urus keluarga, berita ini bisa picu rasa cemas berlebih. Di HAWA, kita bahas dampak psikologis kecelakaan pesawat ini dari sudut pandang wanita Indonesia yang multitasking sehari-hari.
Mengapa Wanita Lebih Rentan Stres?
Sahabat Hawa, saat mendengar pesawat hilang kontak, pikiran langsung melayang ke keluarga di rumah. Kita sering jadi penopang utama emosi keluarga, tapi kecelakaan seperti ATR di Gunung Bulusaraung ini bisa ganggu keseimbangan itu.
Menurut psikolog klinis dr. Sera Angelika, M. Psi, dari Himpsi, “Wanita cenderung alami anxiety disorder lebih tinggi setelah trauma penerbangan karena peran ganda mereka sebagai ibu dan pekerja.”
Selain itu, hormon stres seperti kortisol naik drastis, bikin sulit tidur atau fokus kerja. Dampak psikologis kecelakaan pesawat ini tak hanya sementara, tapi bisa berlangsung berminggu-minggu jika tak ditangani.
Rasa Takut yang Mengganggu Rutinitas Harian
Bayangkan Sahabat Hawa harus naik pesawat untuk meeting kantor, tapi bayang-bayang masalah penerbangan menghantui. Kita jadi ragu bepergian jauh, apalagi bawa anak. Dampak psikologis kecelakaan pesawat sering muncul sebagai fobia spesifik, di mana detak jantung cepat saat dengar suara mesin pesawat.
Sementara itu, studi dari American Psychological Association menunjukkan, 40% wanita usia produktif alami gejala PTSD ringan setelah insiden penerbangan besar. Di sisi lain, ini tambah beban karena kita harus tetap produktif, seperti urus deadline sambil khawatir keselamatan orang tercinta. Namun, mengenali gejala dini bisa cegah jadi masalah besar.
Cara Sederhana Atasi Kecemasan Bersama Keluarga
Anda tak sendirian, Sahabat Hawa. Coba teknik pernapasan 4-7-8: tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, hembuskan 8 detik. Lakukan ini sebelum tidur agar pikiran tenang. Selain itu, bicarakan perasaan dengan keluarga atau teman dekat, karena berbagi kurangi beban emosional hingga 30%, menurut jurnal Psychology Today.
Di Indonesia, layanan konseling gratis dari Kemenkes via hotline 119 ext. 8 siap bantu. Dengan begitu, dampak psikologis kecelakaan pesawat bisa kita kendalikan tanpa ganggu peran sebagai istri atau ibu.
Bangun Ketahanan Mental Jangka Panjang
Penting juga rutin olahraga ringan seperti jalan pagi, yang turunkan hormon stres secara alami. Kita bisa ajak anak atau suami ikut, sekaligus quality time. Selain itu, pantau rekam jejak keselamatan pesawat seperti ATR 42-500 dari situs resmi DGS CAAP, agar rasa percaya diri kembali.
Dampak psikologis kecelakaan pesawat memang nyata, tapi dengan langkah kecil harian, kita kuat hadapi. Cek juga tips parenting di HAWA untuk dukung kesejahteraan keluarga lebih lanjut.*/LIA
Turut berduka cita atas hilangnya kontak Pesawat ATR 42-500 PK-THT, doa kami sepenuhnya tertuju kepada seluruh penumpang, awak pesawat, serta keluarga dan bagi semua yang terdampak.Redaksi Haluan Wanita