Pernah nggak sih, Sahabat Hawa merasa semangat banget di minggu pertama Ramadhan, tapi begitu masuk minggu kedua rasanya tubuh kayak ‘mogok’ kerja? Mata berat saat tarawih, asam lambung mulai “menyapa”, hingga akhirnya ibadah jadi kurang maksimal karena fisik yang meronta minta istirahat.

Padahal hati masih ingin gas pol mengejar pahala, tapi apa daya raga tak kuasa. Ini bukan cuma soal niat, lho, tapi soal strategi tubuh yang sering kita lupakan. Nah, bersama HAWA, mari kita bedah cara menyiapkan “kendaraan” jiwa ini agar tetap tangguh sampai hari kemenangan tiba.

Seringkali kita berpikir bahwa persiapan puasa itu cukup dengan belanja bahan makanan yang banyak. Padahal, tubuh kita ibarat mesin yang butuh pemanasan (warming up) sebelum dipacu untuk lari maraton selama 30 hari penuh. Jika kita kagetkan tubuh dengan perubahan drastis di hari pertama, wajar jika ia tumbang di tengah jalan.

Lalu, persiapan “tak biasa” apa yang harus dilakukan? Kuncinya bukan menimbun lemak, melainkan memperbaiki metabolisme dan pencernaan (gut health).

Menurut pandangan medis dan para ahli gizi, fase transisi sebelum puasa sangat krusial. Dr. Zaidul Akbar, pakar kesehatan yang kerap menggaungkan konsep Jurus Sehat Rasulullah, sering menekankan bahwa “pusat penyakit ada di perut”. Maka, persiapan terbaik jelang Ramadhan adalah dengan membersihkan ‘sampah’ di perut kita mulai dari sekarang.

Berikut adalah langkah-langkah konkret yang bisa Sahabat Hawa lakukan mulai hari ini:

1. “Puasa” Gula Pasir dan Tepung Mulai Sekarang
Ini terdengar berat, tapi efeknya ajaib. Gula rafinasi dan tepung membuat gula darah naik turun drastis (roller coaster effect), yang bikin tubuh cepat lemas dan mudah mengantuk. Cobalah ganti cemilan manis dengan kurma atau buah potong mulai hari ini. Ini melatih tubuh menggunakan sumber energi yang lebih stabil, sehingga saat puasa nanti, tubuh tidak “sakau” gula dan lemas berlebihan.

2. Rutinkan “Imun Booster” Alami
Jangan tunggu sakit baru minum vitamin. Mulailah rutinkan minum rimpang-rimpangan seperti jahe hangat, kunyit, dan serai setiap pagi atau malam. Kandungan anti-inflamasi dan antioksidan di dalamnya akan memperkuat dinding pertahanan tubuh. Jadi, saat pola tidur dan makan berubah nanti, sistem imun Sahabat Hawa sudah siap tempur.

3. Geser Jam Tidur (Circadian Rhythm)
Seringkali kita tumbang bukan karena lapar, tapi karena kurang tidur (sleep deprivation). Tubuh kaget harus bangun jam 3 pagi. Triknya? Mulai minggu ini, majukan jam tidur malam Sahabat Hawa. Jika biasa tidur jam 11 malam, coba tidur jam 9 atau 10 malam. Biasakan bangun sebelum subuh meskipun belum Ramadhan. Ini akan mereset jam biologis tubuh sehingga bangun sahur nanti terasa alami, bukan siksaan.

4. Perbanyak Prebiotik
Konsumsi makanan kaya serat dan probiotik (seperti yogurt plain atau tempe mentah yang diolah menjadi jus kurma). Usus yang sehat akan menyerap nutrisi sahur dengan maksimal, sehingga energi bertahan lebih lama.

Ingat ya, Sahabat Hawa. Menjaga tubuh agar tetap bugar adalah bagian dari adab kita kepada Sang Pencipta. Tubuh yang kuat akan menopang sujud yang lebih lama, tilawah yang lebih fokus, dan sedekah tenaga yang lebih banyak. Jangan sampai momen setahun sekali ini terlewat hanya karena kita abai pada kesehatan diri sendiri.

Yuk, kita cicil persiapan fisiknya dari piring makan dan jam tidur kita hari ini. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik, di mana fisik dan jiwa kita benar-benar hadir seutuhnya untuk-Nya.