PALU, HAWA – Pemerintah Kota Palu akan mengaktifkan kembali layanan Bus Trans Palu pada akhir Januari 2026 setelah dihentikan sementara untuk pembangunan infrastruktur halte.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, menyatakan pihaknya sedang memperkuat kapasitas pengemudi dan menyesuaikan rute untuk layanan yang lebih baik.

“Saat ini kami fokus pada penguatan kapasitas pengemudi dan penyesuaian rute,” ungkap Trisno seperti dilansir Antara Sulteng.

Pemkot Palu bekerjasama dengan PT Bagong Transportasi mengoperasikan 24 unit bus operasional ditambah dua unit cadangan. Infrastruktur pendukung baru mencakup 30 halte modern yang terdiri dari 20 halte utama dan 10 halte program CSR, serta 80 titik pemberhentian yang telah dinyatakan siap pakai.

Tarif layanan tetap terjangkau yaitu Rp5.000 untuk penumpang dewasa, sementara pelajar dan mahasiswa mendapatkan layanan gratis. Persiapan ini dilakukan pasca-penetapan sementara pada akhir Oktober 2025 demi evaluasi dan pembangunan halte baru.

Bus Trans Palu merupakan sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang diluncurkan sekitar 2024 untuk mengurangi kemacetan dan polusi di ibu kota Sulawesi Tengah. Penghentian sementara memicu diskusi publik tentang keadilan mobilitas bagi warga Palu.

Rute unggulan seperti Palu-Pantoloan akan diperkuat dengan 10 bus, disertai perluasan ke Watusampu. Update per 3-4 Januari 2026 menegaskan operasional penuh pada minggu ketiga atau keempat Januari, meski sempat direncanakan 1 Januari sebelumnya.

Media sosial ramai membagikan caption seperti “Pemerintah Kota Palu dijadwalkan mengaktifkan kembali layanan Bus Trans Palu pada akhir Januari 2026 mendatang,” menekankan tarif murah dan fasilitas lengkap.*LIA