PALU, HAWA – FIFA menerima lebih dari 350 juta permintaan tiket untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Angka ini melebihi 50 kali jumlah tiket tersedia, yakni sekitar 7 juta lembar. Kontroversi harga tiket semakin memanas akibat strategi penetapan harga dinamis.
Permintaan tiket Piala Dunia 2026 ini mencatat rekor baru dalam sejarah turnamen. Gianni Infantino, Presiden FIFA, menyatakan bahwa FIFA hanya menjual 44 juta tiket sepanjang hampir satu abad sejarah Piala Dunia.
Sementara itu, 350 juta permintaan tiket Piala Dunia 2026 ini setara 3,4 kali total penonton 964 pertandingan dari 22 edisi Piala Dunia sejak 1930.
Kritik tajam muncul terhadap strategi harga dinamis FIFA yang memungkinkan harga tiket berfluktuasi berdasarkan permintaan. Zohran Mamdani, Wali Kota New York City, mendesak FIFA menurunkan harga tiket. Ia berargumen bahwa warga kelas pekerja tidak boleh terpinggirkan dari pertandingan di wilayah mereka sendiri.
Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, juga menyerukan harga tiket tetap terjangkau. Ia menekankan agar Piala Dunia tidak kehilangan sentuhan dengan pendukung sejati yang membuat sepak bola istimewa.
“World Cup doesn’t lose touch with the genuine supporters who make the game so special,” kata Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, baru-baru ini.
Analisis dari SeatPick menunjukkan biaya tertinggi bagi penggemar Meksiko untuk tiket babak grup, rata-rata mencapai 5.189 dolar AS, dengan harga puncak 85.056 dolar AS. Penggemar Amerika Serikat menghadapi harga rata-rata 2.718 dolar AS untuk pertandingan di AS, tertinggi hingga 98.000 dolar AS.
Selain itu, tiket final di MetLife Stadium, New Jersey, dimulai dari 4.185 dolar AS hingga 8.680 dolar AS untuk kursi premium.
Meskipun begitu, FIFA merespons kritik dengan memperkenalkan “Supporter Entry Tier” seharga 60 dolar AS untuk setiap dari 104 pertandingan pada Desember lalu.
Langkah ini menyusul tekanan dari Football Supporters Europe yang menyebut harga tiket sebagai pemerasan. Namun, tiket murah ini hanya mencakup sekitar 1,6 persen kursi per pertandingan.
Hingga kini, hampir 2 juta tiket telah terjual melalui dua fase penjualan pertama. Selain itu, undian Piala Dunia Desember lalu menarik 800 juta penonton global, jauh melampaui 130 juta penonton Super Bowl terakhir. Final Piala Dunia 2022 sendiri ditonton 1,6 miliar orang di seluruh dunia.
Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan membuat kemungkinan penyesuaian harga lebih lanjut tampak kecil. FIFA tetap melanjutkan penjualan tiket Piala Dunia 2026 di tengah antusiasme tinggi ini.*/LIA