JAKARTA, HAWA – Presiden Prabowo Subianto memastikan Indonesia tidak akan keluar dari keanggotaan Board of Peace. Keputusan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup bersama 158 tokoh dari 86 organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (05/03).

Pertemuan tersebut khusus membahas posisi Indonesia di forum perdamaian bentukan Amerika Serikat itu. Sejumlah ulama termasuk perwakilan Majelis Ulama Indonesia sebelumnya mendesak agar pemerintah segera menarik diri. Prabowo meyakinkan para ulama bahwa bertahan di Board of Peace adalah strategi diplomasi dari dalam untuk kemerdekaan Palestina.

“Bapak Presiden mempertanyakan, jika kita keluar, forum mana lagi yang tersedia untuk meja perundingan perdamaian?” kata Nusron Wahid, perwakilan Majelis Ulama Indonesia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis menyatakan Prabowo berjanji akan menarik Indonesia dari forum tersebut jika gagal memperjuangkan hak rakyat Palestina. Langkah strategis ini diambil setelah Prabowo juga meminta masukan dari sejumlah mantan presiden dan tokoh nasional pada Selasa (03/03).

Pertemuan awal pada Selasa malam membahas situasi geopolitik pasca serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dampak eskalasi konflik terhadap pasokan minyak dan gas global menjadi perhatian utama pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi domestik.

“Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi biduk kita, bukan di antara dua karang, namun beberapa karang, dan itu tidak mudah,” kata Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri.

Posisi tawar Indonesia di Board of Peace juga berkaitan erat dengan kepentingan perlindungan ekonomi nasional. Prabowo sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dagang resiprokal di Washington pada bulan lalu untuk mengamankan tarif komoditas ekspor andalan.