TEHERAN, HAWA – Konflik Iran dan AS mencapai titik nadir setelah operasi militer Operation Epic Fury menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28/02. Serangan udara terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel ini menargetkan pusat komando serta instalasi pertahanan udara di wilayah Teheran dan sekitarnya.

Serangan yang memasuki hari kedua pada 01/03 ini juga menewaskan penasihat keamanan senior Ali Shamkhani dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Militer Israel dilaporkan telah menghantam 30 situs militer strategis di wilayah Iran barat dan tengah menggunakan intelijen presisi. Eskalasi masif dalam Konflik Iran dan AS ini dipicu oleh kegagalan negosiasi program nuklir yang dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan.

“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka sebaiknya tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kami akan membalas mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah Iran segera memberikan tanggapan keras dengan meluncurkan enam gelombang serangan rudal dan drone ke berbagai objek vital. Sebanyak 27 pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menjadi target, termasuk markas Fifth Fleet di Bahrain dan Al Udeid Air Base di Qatar. Dampak dari Konflik Iran dan AS ini juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz serta gangguan jadwal penerbangan internasional di Dubai dan sekitarnya.

“Trump dan Netanyahu telah melintasi garis merah dan akan membayar harganya,” kata Mohammad Baqer Qalibaf, Ketua Parlemen Iran.

Di tengah situasi genting tersebut, Ali Larijani selaku pejabat keamanan tinggi mengumumkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara. Meskipun situasi memanas, pihak IAEA sebelumnya sempat melaporkan bahwa tidak ditemukan bukti kuat mengenai kelanjutan pengayaan uranium oleh pihak Teheran. Hingga kini, kelompok Houthi di Yaman dilaporkan turut memperluas cakupan serangan mereka di lintasan Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.