BARCELONA, HAWA – Indosat Ooredoo Hutchison bersama Nokia dan NVIDIA mencetak sejarah baru di ajang Mobile World Congress pada 02/03. Mereka sukses mendemonstrasikan panggilan 5G AI pertama di kawasan Asia Tenggara. Uji coba lintas negara ini membuktikan kesiapan infrastruktur digital Indonesia menuju era kecerdasan buatan yang merata.
Dalam simulasi tersebut, teknologi kecerdasan buatan dan jaringan pintar bekerja secara bersamaan. Kombinasi ini memungkinkan instruksi suara, data, dan video terkirim antarnegara tanpa jeda secara aman. Sistem ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meminimalkan latensi dan menghemat pemakaian energi. Keberhasilan panggilan 5G AI ini menjadi langkah awal pemanfaatan jaringan seluler yang lebih responsif.
“Pencapaian ini tidak hanya membuktikan bahwa teknologi ini berfungsi, tetapi juga memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI,” kata Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
Integrasi kecerdasan buatan ke dalam jaringan dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Petani di pelosok dapat memantau lahan dengan perangkat pintar, tenaga medis bisa menggunakan alat diagnostik berbasis cerdas, dan pendidik mampu memberikan materi belajar yang lebih presisi. Semua ini terwujud berkat peran penyedia jaringan yang menggabungkan kemampuan komputasi awan di satu wadah terpadu.
“Panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara ini menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika para inovator terdepan berfokus menghadirkan konektivitas yang semakin cerdas,” kata Pallavi Mahajan, Chief Technology and AI Officer Nokia.
“Visi Indosat untuk mendorong inovasi lokal, yang didukung perangkat lunak 5G Nokia dan komputasi terakselerasi NVIDIA, sedang membentuk cetak biru pembangunan jaringan untuk memperkuat ekosistem nasional,” kata Ronnie Vasishta, Senior Vice President NVIDIA.
Sebagai tindak lanjut dari uji coba ini, perusahaan telekomunikasi tersebut bersiap membangun empat pusat jaringan cerdas di berbagai titik di Indonesia. Mereka juga meresmikan pusat riset di Surabaya untuk melatih talenta lokal. Langkah transisi dari tahap purwarupa panggilan 5G AI ke operasional nyata ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membangun layanan publik yang mumpuni.