DUBAI, HAWA – Perang Timur Tengah yang memanas memicu fenomena tidak biasa, yakni diskon emas di Dubai hingga US$30 per ons di bawah harga patokan London. Penghentian penerbangan massal sejak akhir bulan lalu membuat pengiriman logam mulia dari pusat perdagangan global ini terhenti pada Jumat (06/03).
Para pedagang terpaksa memberikan diskon emas di Dubai untuk menekan kerugian akibat penumpukan stok di gudang. Penutupan sebagian wilayah udara Uni Emirat Arab membuat lebih dari 12.300 penerbangan dibatalkan secara global. Situasi ini menjebak kargo emas yang umumnya diangkut melalui pesawat penumpang maskapai penerbangan komersial.
Penawaran diskon emas di Dubai mencerminkan kepanikan pasar logistik akibat lonjakan tajam biaya pengiriman dan asuransi. Transportasi darat menuju Oman atau Arab Saudi dianggap terlalu berisiko untuk kargo bernilai tinggi. Keputusan maskapai seperti Emirates Airlines untuk memperpanjang penangguhan jadwal terbang semakin menghambat penyaluran barang ke pembeli Asia.
Efek berantai dari diskon emas di Dubai ini juga mulai menekan stabilitas pasokan di negara konsumen utama seperti India. Meskipun cadangan saat ini masih cukup berkat impor skala besar pada awal tahun, kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan baku jangka panjang terus meningkat.
“Saat ini, stok masih melimpah, tapi jika ini berlarut-larut beberapa bulan, maka akan ada masalah,” kata Chirag Sheth, Principal Consultant untuk Asia Selatan di Metals Focus.
“Pasokan doré kami sekitar 10 persen dari tambang di Timur Tengah telah terputus, dan biaya logistik untuk kontrak baru dari tempat lain melonjak 60 hingga 70 persen sejak perang dimulai,” kata Samit Guha, CEO MMTC-PAMP.