PALU, HAWA – Komisi B DPRD Kota Palu meninjau langsung kondisi Pasar Tavanjuka Palu pada Kamis (05/03). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional pasar yang hingga kini belum dibuka meski tahap renovasi telah selesai.

Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kendala di lapangan. Menurutnya, pembukaan pasar pascarenovasi meleset dari target awal yang dijanjikan pada akhir tahun lalu.

“Awalnya rencana buka akhir tahun 2025 seperti janji wali kota. Karena informasinya tidak pasti, maka Komisi B berinisiatif meninjau langsung untuk melihat masalah yang ada di pasar tersebut,” kata Rusman Ramli, Ketua Komisi B DPRD Kota Palu.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palu, Irmawati Alkaf, memberikan klarifikasi terkait keterlambatan operasional Pasar Tavanjuka Palu. Ia memastikan pasar berkapasitas 189 pedagang itu akan resmi beroperasi satu minggu setelah hari raya Idulfitri.

“Permintaan dibuka usai Lebaran itu dari pedagang sendiri yang sudah terdaftar. Mereka meminta setelah Lebaran karena memindahkan barang cukup repot dan memakan waktu,” kata Irmawati Alkaf, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palu.

Irmawati menambahkan bahwa secara umum fasilitas di Pasar Tavanjuka Palu sudah siap ditempati. Fasilitas bagi pedagang buah, sayur, dan ikan telah rampung, sementara tempat untuk penjual kelapa parut masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Selain soal jadwal buka, Komisi B juga menyoroti area parkir yang dinilai relatif terbatas. Pengelola pasar diharapkan mampu mengatur lahan parkir dengan baik agar tidak mengganggu kenyamanan para pengunjung nantinya.

“Kondisi pasar sangat baik. Pedagang dan pengelola perlu menjaga fasilitas ini dengan baik, terutama kebersihan. Apalagi pasar ini direncanakan beroperasi hingga malam hari,” kata Rusman Ramli, Ketua Komisi B DPRD Kota Palu.

Sebagai bentuk dukungan, dewan membuka peluang bagi Dinas Perdagangan untuk mengajukan tambahan anggaran jika operasional pasar membutuhkan kelengkapan fasilitas tambahan. Kunjungan ini turut diikuti oleh anggota Komisi B lainnya yakni Nurkholis, Ratna Mayasari Agan, dan Anna Fatimah Zukhra.