BANDUNG, HAWA — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini ungkapkan sekitar 800 ribu aparatur sipil negara (ASN) bakal pensiun dalam lima tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan saat ia berpidato di Seminar Kebebasan Financial Melalui Entrepreneur dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (24/1/2026).
Angka 800 ribu ASN pensiun lima tahun itu setara 13 persen dari total 6,5 juta ASN di Indonesia saat ini. Sementara itu, gelombang pensiun ini sejalan dengan dinamika demografi nasional yang menuju penuaan penduduk.
Kemudian, Menteri Rini tekankan bahwa fenomena ini hadirkan tantangan besar bagi keberlanjutan SDM birokrasi. Menteri Rini soroti risiko kesejahteraan pascapensiun.
“Masa purnabakti tidak semata menjadi penutup karier, melainkan fase peralihan peran yang perlu disiapkan secara lebih terencana,” kata Rini Widyantini, Menteri PANRB.
Meskipun begitu, ia ingatkan bahwa tanpa kesiapan finansial, mental, dan sosial, transisi ini berpotensi tekan kesejahteraan individu. Selain itu, studi tunjukkan ketidaksiapan non-finansial picu penurunan partisipasi sosial di usia lanjut.
Namun, Menteri Rini lihat sisi cerah dari 800 ribu ASN pensiun lima tahun ini. Banyak ASN yang pensiun hadir dalam kondisi masih produktif, berpengalaman, dan punya jejaring kuat.
“Jika potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka purna bakti ASN tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga dapat berkontribusi pada penguatan aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan,” kata Rini Widyantini, Menteri PANRB.
Pengalaman puluhan tahun bentuk ASN menjadi aset berharga. Selama bertugas, mereka tempa melalui pengembangan kompetensi dan manajemen kinerja berkelanjutan.
“Ketika memasuki masa purna tugas, pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja. Saya berharap justru bertransformasi menjadi aset sosial dan ekonomi yang dapat terus memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Rini.
Meskipun begitu, perencanaan produktivitas pascapensiun jadi kunci utama.
Data pendukung perkuat urgensi isu ini. Berdasarkan proyeksi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PANRB, lonjakan pensiun capai 821 ribu ASN sepanjang 2026-2030 akibat struktur umur ASN yang menua.
Sementara itu, di daerah seperti Cianjur, ratusan ASN pensiun tahun ini saja, tapi pemerintah pastikan pelayanan tetap lancar. Oleh karena itu, pemerintah dorong kesiapan menyeluruh guna ubah ancaman demografi menjadi peluang regenerasi birokrasi.
Fenomena 800 ribu ASN pensiun lima tahun ini minta respons cepat. Pemerintah fokus keseimbangan antara regenerasi muda dan pemanfaatan potensi senior. Akhirnya, transisi pensiun yang baik pastikan kontribusi ASN lanjutkan dorong kemajuan bangsa.*/LIA