JAKARTA, HAWA. WhatsApp secara resmi mengumumkan peluncuran fitur akun dikelola orang tua yang memungkinkan penggunaan WhatsApp untuk anak di bawah usia 13 tahun mulai 11/03/2026. Inovasi ini memberikan akses komunikasi yang aman bagi anak praremaja melalui kendali penuh dari perangkat wali atau orang tua kandung.
Fitur baru tersebut membatasi fungsi aplikasi hanya untuk pengiriman pesan dan panggilan suara guna menjaga privasi pengguna di bawah umur. Orang tua memiliki otoritas untuk mengatur daftar kontak, menyetujui grup yang boleh diikuti, serta mengelola pengaturan privasi menggunakan sistem keamanan PIN 6 digit.
“Akun-akun ini dilengkapi pengaturan default baru yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi yang memungkinkan orang tua mengawasi pengalaman pesan pertama anak praremaja mereka,” kata manajemen WhatsApp dalam keterangan resmi perusahaan di blog resminya.
Pengembangan fitur WhatsApp untuk anak ini juga mencakup penonaktifan otomatis pada beberapa layanan seperti Status, Channels, Meta AI, hingga fitur pesan yang menghilang sendiri. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas tekanan regulasi global terkait perlindungan anak di ruang siber yang semakin diperketat.
“Setelah disiapkan, akun-akun ini dikendalikan oleh orang tua atau wali yang dapat memutuskan siapa yang bisa menghubungi akun tersebut dan grup mana yang bisa diikuti,” lanjut pihak WhatsApp.
Kehadiran layanan WhatsApp untuk anak juga dipengaruhi oleh kebijakan ketat di Australia yang sebelumnya telah melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Dengan sistem ini, WhatsApp berupaya menyesuaikan diri dengan standar keamanan internasional tanpa menghilangkan fungsi dasar komunikasi terenkripsi.
Meskipun orang tua memiliki kendali penuh atas manajemen kontak, enkripsi end-to-end tetap dipertahankan sehingga isi pesan tetap bersifat pribadi. Namun, sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis ke perangkat orang tua jika anak mencoba menambah, memblokir, atau melaporkan kontak tertentu guna menjamin keamanan pengguna WhatsApp untuk anak secara proaktif.