PALU. HAWA.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan bahwa seluruh Perangkat Daerah wajib bersikap kooperatif dan terbuka selama pelaksanaan pemeriksaan terinci oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang berlangsung mulai 14 Oktober hingga 22 November 2025. Penegasan itu disampaikan Wagub Reny saat memimpin Entry Meeting Pemeriksaan Terinci BPK RI di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025).
Wagub Reny menjelaskan bahwa pemeriksaan BPK merupakan bagian dari kerja bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Ia berharap hasil pemeriksaan dapat membantu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menemukan akar persoalan dan memperbaiki sistem pengelolaan pembangunan agar lebih efektif dan akuntabel.
“Kita harus terbuka dan jujur dalam menyampaikan data. Dengan begitu, hasil pemeriksaan bisa menjadi dasar perbaikan kebijakan untuk kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, tim BPK RI memaparkan dua fokus utama pemeriksaan terinci, yakni pemeriksaan kepatuhan lingkungan dan pemeriksaan kinerja pemerintah daerah dalam bidang ketahanan pangan.
Farid, salah satu anggota tim pemeriksa, menjelaskan bahwa pemeriksaan kepatuhan lingkungan dilakukan untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya pada program prioritas terkait penguatan kelembagaan, tata ruang, dan pengendalian pencemaran lingkungan.
Pemeriksaan ini mencakup aktivitas pertambangan, pengelolaan kawasan hutan, serta penegakan hukum kehutanan dengan rentang evaluasi dari tahun 2020 hingga triwulan III 2025. Tim BPK juga akan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah, termasuk Palu, Donggala, Sigi, Morowali, dan Morowali Utara.
Selain itu, pemeriksaan pada bidang ketahanan pangan menilai kesiapan pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem produksi dan distribusi pangan. BPK akan menyoroti aspek perencanaan pangan, cadangan pangan, stabilitas pasokan, serta distribusi antarwilayah.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kehutanan Muhammad Neng, S.T., M.M.; Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nelson Metubun, S.P., M.P.; Kepala Bappeda Sulteng Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T.; serta sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait lainnya.