PALU, HAWA.ID — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Rumah Jabatan Siranindi II, Selasa (31/3/2026). Dalam balutan nuansa Idulfitri 1447 Hijriah, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menggelar halal bihalal bersama jajaran PKK, Dekranasda, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah.
Di tengah senyum dan saling sapa, hadir pula Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekretaris Provinsi Novalina, serta para istri pejabat lingkup pemerintah provinsi. Namun lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini menjelma ruang refleksi tentang peran besar perempuan dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Sry Nirwanti mengajak seluruh perempuan menjadikan Idulfitri bukan hanya momen saling memaafkan, tetapi juga titik awal memperkuat solidaritas. Ia percaya, kekuatan pembangunan tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga pada ketahanan keluarga yang banyak ditopang oleh perempuan.
“Ibu-ibu bukan sekadar pendamping. Kita adalah penguat, pengingat, sekaligus penggerak,” tuturnya, mengalirkan semangat ke seluruh ruangan.
Ia menyoroti bagaimana keberhasilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, “Sembilan Berani”, tak lepas dari dukungan keluarga. Program tersebut mencakup sektor-sektor vital mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga integritas yang semuanya membutuhkan sinergi, termasuk dari lingkup rumah tangga.
Namun, di balik optimisme itu, Sry Nirwanti juga membawa cerita-cerita dari lapangan. Pengalamannya mendampingi kunjungan kerja gubernur membuka mata tentang realitas yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Di beberapa desa, ia masih menemukan warga yang kesulitan mengakses air bersih. Sebuah kondisi yang, menurutnya, menjadi pengingat penting tentang arti syukur sekaligus panggilan untuk bertindak.
“Di saat kita hidup dengan kemudahan, masih ada saudara-saudara kita yang berjuang untuk kebutuhan dasar. Ini harus menjadi kepedulian bersama,” ujarnya lirih namun tegas.
Dari situ, ia mengajak para perempuan untuk tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif dalam gerakan sosial mengelola sumber daya dengan bijak, serta hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baginya, peran istri bukan hanya di balik layar. Dukungan moral, doa, hingga keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial adalah fondasi yang turut menentukan keberhasilan suami dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Istri adalah kekuatan yang sering tak terlihat, tapi sangat menentukan. Dari rumah yang kuat, lahir pengabdian yang tulus,” katanya.
Halal bihalal itu pun tak sekadar menjadi agenda tahunan. Ia menjelma ruang temu yang memperkuat jejaring perempuan lintas organisasi PKK, Dekranasda, dan DWP untuk saling menguatkan dan berkolaborasi.
Di akhir acara, suasana hangat tetap terasa. Tawa ringan, obrolan akrab, dan semangat kebersamaan menjadi penutup yang manis. Dari ruang sederhana itu, pesan besar mengalir: bahwa pembangunan Sulawesi Tengah tak hanya digerakkan oleh kebijakan, tetapi juga oleh hati dan perempuan adalah salah satu denyut terkuatnya.LIA