AUSTIN, HAWA. Spotify resmi meluncurkan fitur beta Spotify Taste Profile Editor yang memungkinkan pengguna Premium mengatur rekomendasi musik, podcast, dan audiobook menggunakan perintah bahasa alami. Pengumuman fitur baru ini disampaikan langsung dalam acara South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas pada Jumat (13/03).

Fitur baru ini memberikan transparansi lebih besar bagi pengguna untuk melihat dan mengubah data selera mereka secara langsung melalui aplikasi. Melalui Spotify Taste Profile Editor, pelanggan dapat memberikan instruksi spesifik seperti kurangi musik pop atau tambahkan lebih banyak indie rock untuk menyesuaikan algoritma secara instan.

Perubahan yang dilakukan melalui fitur ini akan berdampak langsung pada playlist personal seperti Discover Weekly, halaman beranda, hingga ringkasan tahunan Spotify Wrapped. Sebelumnya, pengguna hanya memiliki kontrol terbatas untuk memblokir lagu atau mengecualikan playlist tertentu dari profil selera mendengarkan mereka secara pasif.

Spotify Technology S.A. menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami untuk menerjemahkan keinginan pengguna ke dalam penyesuaian algoritma secara real-time. Uji coba beta fitur Spotify Taste Profile Editor ini awalnya akan tersedia bagi pengguna di Selandia Baru sebelum diperluas ke pasar global lainnya.

“Fitur ini merupakan tanggapan paling langsung terhadap keluhan lama tentang rekomendasi yang meleset,” kata Gustav Söderström, Co-CEO Spotify Technology S.A.

Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan dua dekade berdirinya platform streaming musik tersebut sejak diperkenalkan pertama kali di festival yang sama. Selain kontrol manual, sistem Spotify Taste Profile Editor menyediakan slider untuk menyesuaikan suasana atau genre musik guna memastikan akurasi rekomendasi yang lebih personal bagi setiap individu.