PALU, HAWA – Pemerintah Kota Palu bersama Satlantas Polresta Palu memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan pada puncak peringatan Haul Guru Tua ke-58 yang berlangsung pada 01/04.

Penutupan jalan dan pengalihan arus ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi sekitar 75 ribu jemaah yang diprediksi hadir. Puncak acara Haul Guru Tua ke-58 tersebut dipusatkan di kompleks Alkhairaat, Kota Palu.

Titik jalan yang ditutup antara lain perempatan Jalan SIS Aljufri dan Jalan Mangga. Kendaraan dari arah selatan langsung dialihkan menuju Jalan S. Sausu dan Jalan Mangga guna memecah penumpukan masyarakat.

Penutupan juga berlaku di pertigaan Jalan Mangga dan Jalan Lombok, serta perempatan Jalan S. Sausu dan Jalan S. Surumana. Petugas kepolisian menerapkan sistem satu arah dengan mengalihkan kendaraan menuju Jalan S. Surumana dan Jalan S. Sausu Bawah.

Pengendara diimbau untuk menghindari kawasan pertigaan Jalan SIS Aljufri di sekitar kediaman Sayyid Habib Saggaf Aljufrie yang ditutup total. Perempatan lampu merah Jalan Gajah Mada juga ditutup khusus, kecuali bagi tamu VVIP yang menghadiri Haul Guru Tua ke-58.

Persiapan keamanan selama peringatan Haul Guru Tua ke-58 dipimpin langsung oleh Polda Sulteng bersama anggota TNI. Panitia pelaksana turut menyediakan lima posko kesehatan, armada ambulans, hingga fasilitas toilet portabel di sekitar lokasi acara.

“Kegiatan Haul Guru Tua ini milik kita bersama dan secara bersama, seluruh elemen terlibat dalam pelaksanaan ini, tidak hanya internal PB Alkhairaat dan Abna saja, namun masyarakat juga terlibat sehingga auranya lebih besar lagi,” kata Habib Sayid Alwi bin Saggaf Alwi Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.

“Pelaksanaan Haul tahun lalu menjadi evaluasi untuk diperbaiki, sehingga Haul tahun ini lebih baik,” kata Habib Sayid Alwi bin Saggaf Alwi Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.