MAROS, HAWA — Pesawat ATR 42-500 kembali alami insiden di Indonesia usai kasus Trigana Air tergelincir di Serui tahun 2024 lalu. Kini, pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT hilang kontak di Maros pada Sabtu (17/1/2026). Kedua peristiwa soroti rekam jejak keselamatan ATR 42-500 Indonesia di rute regional.​

Pada 9 September 2024, pesawat Trigana Air PK-YSP tergelincir saat kru batalkan lepas landas dari runway 28 Bandara Stevanus Rumbewas Serui, Papua. Pesawat taxi normal dari Biak ke Jayapura, tapi keluar landasan 1.200 meter ke kiri.

Sebanyak 42 penumpang dan enam kru evakuasi selamat, meski pesawat rusak berat. Beberapa alami luka ringan, termasuk pilot Kapten Khoiron Sarwan dan Co-Pilot Lingga C Burnama yang rawat inap di RSUD Serui.

Sementara itu, pesawat IAT PK-THT lepas landas dari Yogyakarta pukul 08.08 WIB menuju Makassar. Air Traffic Control (ATC) arahkan ke RWY21, tapi pukul 12.23 WITA pesawat keluar jalur pendekatan. Komunikasi putus setelah arahan koreksi. Basarnas terima laporan pukul 13.17 WITA di koordinat Leang-Leang Maros. Pendaki temukan serpihan terbakar di Gunung Bulusaraung Pangkep.​

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) tangani kedua kasus serupa. Untuk Serui, M. Kristi Endah Murni perintahkan evakuasi cepat.

“Seluruh penumpang dan crew on board dalam keadaan selamat,” kata Kristi Endah Murni, Dirjen Perhubungan Udara, pada 9/9/2024. Di Maros, ATC deklarasikan DETRESFA dan Kemenhub buka Crisis Center Bandara Sultan Hasanuddin.

Produsen ATR sampaikan dukungan investigasi Maros. “ATR specialists are fully engaged to support both the investigation led by the Indonesian authorities and the operator,” tulis ATR dari Toulouse, 17 Januari 2026. Selain itu, perusahaan tekankan efisiensi turboprop ATR 42-500 yang rendah emisi di rute terpencil.​

Tim SAR Maros kerahkan 400 personel bagi empat titik pencarian Gunung Bulusaraung. Helikopter Caracal TNI AU, drone, dan Starlink atasi medan sulit. Cuaca buruk sempat hentikan operasi, mirip kendala akses Serui. Meskipun begitu, BPBD Pangkep verifikasi puing.

“Tim sudah berangkat sejak satu jam lalu,” kata Herianti Tualle, dari BPBD Pangkep, pada Sabtu.

Manifest Maros koreksi jadi 10 orang: kru Pilot Andy Dahananto, FO Yudha Mahardika dkk., plus tiga pegawai KKP Deden, Ferry, Yoga. Serui catat 48 orang tanpa korban jiwa. KKP prioritaskan keselamatan. “Prioritas kami keselamatan semua crew,” tulis KKP.

Kedua insiden tunjukkan pola aborted maneuver pada ATR 42-500 Indonesia. Trigana operasikan tujuh unit di Papua; IAT sewa KKP untuk pengawasan maritim. Otoritas harap KNKT ungkap faktor cuaca, teknis, atau prosedur. Rekam jejak ATR 42-500 Indonesia tetap jadi perhatian maskapai regional.*/LIA