JAKARTA, HAWA – Insiden prajurit TNI gugur di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa memicu duka mendalam. Hal ini direspons keras oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendesak pemerintah segera mengevaluasi penugasan kontingen Indonesia.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan ulang keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian tersebut. Desakan ini muncul sebagai respons atas ancaman keamanan serius yang dihadapi personel di lapangan akibat konflik bersenjata yang terus memanas.

“Jika tidak ada jaminan keamanan bagi prajurit TNI yang memadai dari PBB, maka pemerintah perlu mempertimbangkan langkah strategis, termasuk evaluasi terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia dalam misi UNIFIL,” kata Muhammad Kholid, Sekretaris Jenderal PKS.

Selain menyoroti perlindungan pasukan, Kholid juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomatik secara tegas di forum internasional. Ia mendorong dunia internasional memberikan sanksi berat kepada Israel yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kejadian ini bukan hanya kehilangan besar bagi Indonesia, tetapi juga menjadi peringatan bahwa sistem perdamaian global sedang berada dalam ancaman serius,” kata Muhammad Kholid, Sekretaris Jenderal PKS.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi adanya penambahan jumlah prajurit TNI gugur di Lebanon akibat rentetan serangan ke posisi pasukan perdamaian. Insiden pada Senin (30/03) menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya saat mengawal konvoi logistik UNIFIL, menyusul satu korban jiwa pada hari Minggu.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Karo Infohan Setjen Kemhan.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi secara intensif dengan markas besar UNIFIL terkait peristiwa prajurit TNI gugur di Lebanon. Proses evakuasi dan investigasi mengenai asal proyektil yang menghantam kendaraan logistik sedang berlangsung sesuai standar operasional yang berlaku.