JAKARTA, HAWA – Pemerintah resmi memulai proses Pencairan THR Pensiunan 2026 bagi jutaan purnabakti ASN, TNI, dan Polri pada Kamis (05/03). Penyaluran ini dilakukan secara langsung ke rekening para penerima melalui kanal distribusi resmi yang bertepatan dengan pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah.

Alokasi anggaran untuk Pencairan THR Pensiunan 2026 mencapai Rp12,7 triliun yang diperuntukkan bagi 3,8 juta orang. Kebijakan ini merupakan bagian dari pemberian tunjangan hari raya untuk mendukung kesejahteraan purnabakti menjelang perayaan Idulfitri.

“Diperkirakan jumlah THR yang dibayarkan senilai Rp 124 triliun untuk THR sektor swasta,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Besaran tunjangan yang diterima dihitung berdasarkan komponen penghasilan bulan Februari 2026 tanpa adanya potongan sama sekali. Komponen tersebut meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, hingga tambahan penghasilan bagi yang berhak sesuai regulasi.

Pihak PT Taspen (Persero) mengingatkan para pensiunan untuk selalu waspada terhadap segala bentuk upaya penipuan. Para purnabakti diminta untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak manapun yang mengatasnamakan proses Pencairan THR Pensiunan 2026 tersebut.

Total penerima manfaat dari kebijakan pemerintah tahun ini mencapai 10,5 juta orang dengan total anggaran nasional sebesar Rp55 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya guna menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.