Sahabat Hawa, pernahkah Anda merasa siklus haid tidak teratur atau sulit hamil meski sudah berusaha? PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom ovarium polikistik jadi penyebab utama. Gangguan hormon ini dialami 1 dari 10 wanita usia subur.
Apa Itu PCOS?
PCOS merupakan gangguan hormon yang membuat ovarium membesar dan menghasilkan banyak kista kecil. Tubuh jadi kelebihan hormon androgen (hormon pria), sehingga ovulasi terganggu. Akibatnya, sel telur sulit matang dan keluar.
Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, ginekolog terkenal di Indonesia, “PCOS bukan penyakit mematikan, tapi butuh penanganan dini agar tidak komplikasi.” Gejala muncul sejak remaja, seperti haid jarang atau berlebih.
Selain itu, PCOS sering disertai obesitas. Lemak berlebih di perut picu resistensi insulin, yang memperburuk hormon. Sahabat Hawa yang multitasking kerja dan urus rumah, perhatikan berat badan ya. Data dari Hormone Health Network tunjukkan, 50-80% penderita PCOS alami resistensi insulin.
Gejala Umum PCOS
Anda mungkin alami haid tidak lancar, misalnya hanya 2-3 kali setahun. Rambut tumbuh berlebih di wajah atau perut jadi tanda androgen tinggi. Jerawat parah dan rambut rontok juga sering muncul. Yang paling mengkhawatirkan, PCOS hambat kehamilan karena ovulasi jarang terjadi.
Di sisi lain, penambahan berat badan sulit dikontrol. Sahabat Hawa, bayangkan saat sibuk meeting tapi nafsu makan manis meningkat. Melansir dari Mayo Clinic, 70% wanita PCOS kesulitan turun berat badan. Gejala lain termasuk kulit gelap di leher atau ketiak, tanda insulin tinggi.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti PCOS belum jelas, tapi faktor genetik berperan besar. Jika ibu atau kakak punya riwayat, risiko Anda naik. Resistensi insulin jadi pemicu utama, karena gula darah tinggi ganggu ovarium. Stres kerja dan pola makan tak sehat juga ikut andil.
Namun, wanita karier seperti kita rentan. Kurang olahraga dan tidur malam gara-gara deadline bikin hormon kacau. Penelitian dari World Health Organization (WHO) nyatakan, PCOS tingkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 10 kali lipat. Faktor lain seperti polusi di Jakarta perburuk kondisi.
Cara Mengatasi PCOS
Atasi PCOS dengan turunkan berat badan 5-10%. Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari bantu regulasi hormon. Makan rendah karbo, tinggi sayur dan protein. Sahabat Hawa, coba smoothie bayam dan alpukat pagi hari.
Dokter biasa beri pil KB untuk atur haid, atau metformin kurangi insulin. Jika ingin hamil, obat fertilitas seperti clomiphene bantu ovulasi. Konsultasi ke dokter kandungan rutin penting. dr. Mellyasna, pakar kesehatan wanita Indonesia, bilang, “Gaya hidup sehat obati 70% kasus PCOS.”
Selain itu, kelola stres dengan meditasi 10 menit. Hindari rokok dan alkohol. Dengan langkah ini, peluang hamil naik drastis.
Pencegahan untuk Masa Depan
Pencegahan mulai dari remaja. Ajari anak perempuan makan bergizi dan aktif bergerak. Periksa hormon rutin jika haid tak lancar. Sahabat Hawa, jaga kesehatan PCOS agar karier dan keluarga seimbang. Baca juga tips HAWA soal mental health.*/LIA