JAKARTA, HAWA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan harga BBM non-subsidi mulai 1 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus angka US$115 per barel atau setara Rp1.832.850 per barel.

Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Dalam regulasi tersebut, harga bahan bakar kategori industri seperti RON 95 dan RON 98 akan mengikuti mekanisme pasar secara otomatis sesuai dengan perkembangan ekonomi global.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Meskipun harga BBM non-subsidi berpotensi mengalami kenaikan, pemerintah memastikan pasokan energi untuk masyarakat tetap terjaga. Bahlil menegaskan bahwa golongan pengguna BBM industri merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih tinggi sehingga tidak mendapatkan tanggungan negara.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

“Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Sementara itu, nasib harga BBM non-subsidi yang fluktuatif berbanding terbalik dengan BBM subsidi yang dipastikan masih stabil. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen melindungi daya beli rakyat kecil melalui kebijakan harga energi yang terjangkau oleh masyarakat luas.

“Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Masyarakat kini menunggu keputusan final melalui regulasi terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait angka pasti penyesuaian tersebut. Bahlil meminta publik untuk bersabar dan memercayai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah pusat.

“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.