PANGKEP, HAWA – Tim SAR gabungan evakuasi satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 dari jurang kedalaman 350 meter di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Kamis malam (22/1/2026). Operasi hari keenam temukan enam jenazah baru, sehingga total delapan jenazah korban kecelakaan ini.

Tim temukan keenam jenazah dalam radius 50 meter dari lokasi pertama, sekitar 250 meter dari puncak gunung. Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, laporkan kondisi jenazah membengkak setelah enam hari terjebak medan ekstrem.

“Kondisi jenazah sudah membengkak karena berada di lokasi selama enam hari, sehingga sulit dikenali tim di lapangan,” kata Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, pada Kamis (22/1/2026).

Satu jenazah berhasil tim angkat ke puncak pukul 17.56 WITA, kemudian bawa ke Posko SAR Desa Tompobulu. Lima jenazah lainnya rencanakan evakuasi udara Jumat (23/1/2026) karena medan terjal. Selain itu, tim temukan sembilan paket body part bagian tubuh korban plus serpihan pesawat.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, prioritaskan keselamatan tim SAR.

“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini mengingat medan yang curam serta kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, pada Kamis (22/1/2026).

Meskipun begitu, operasi gabungan TNI, Polri, dan Basarnas lanjutkan evakuasi evakuasi 6 jenazah pesawat ATR Gunung Bulusaraung dengan koordinasi ketat.

Basarnas serahkan black box pesawat ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hari kelima operasi. Perangkat Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) jadi kunci investigasi. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono targetkan hasil dalam 5-10 hari.

“Dengan data dari FDR dan CVR, kita tidak bekerja berdasarkan kira-kira. Kita akan ungkap penyebabnya dengan tepat berdasarkan data akurat,” kata Soerjanto Tjahjono, Kepala KNKT, pada Kamis.

Dari delapan jenazah, dua sudah identifikasi sebagai Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Florencia Lolita Wibisono (33), pramugari pesawat. Keluarga terima jenazah keduanya untuk pemakaman. Sementara itu, tim fokuskan pencarian dua korban tersisa dan puing pesawat.

Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport hilang kontak Sabtu (17/1/2026) saat mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin dari Yogyakarta ke Makassar. Pesawat angkut 10 orang, tujuh awak dan tiga penumpang pegawai KKP. Kemudian, tim bagi sektor pencarian dengan tambah cadangan meski cuaca buruk hambat helikopter.

Kolonel Dody Triyo Hadi sebut evakuasi darat jadi opsi utama ke Bidokkes Polda Sulsel. Temuan potongan tulang lengan tingkatkan peluang identifikasi korban. Operasi ini bukti komitmen penyelamatan maksimal di medan sulit.*/LIA