JAKARTA, HAWA – Aktris Davina Karamoy mengungkapkan perjalanan spiritualnya hingga memutuskan menjadi mualaf saat masih duduk di bangku SMA. Keputusan tersebut berawal dari pengalaman pribadinya ketika mengalami sakit parah.
Davina, yang dikenal lewat perannya dalam berbagai sinetron dan film, lahir dalam keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda.
Ayahnya, Yesky Askiando Karamoy, beragama Kristen, sementara ibunya, Novita, beragama Islam. Sejak kecil, Davina dibesarkan sebagai seorang Kristen.
Keinginannya untuk berpindah keyakinan muncul saat ia mengalami demam tinggi yang membuat keluarganya khawatir. Menurut pengakuannya, suhu tubuhnya saat itu mencapai 41 derajat Celsius, dan kondisinya semakin melemah.
Melihat keadaan putrinya, sang ibu menyarankan agar Davina membaca surat Al Isra ayat 44-48. Meski saat itu belum beragama Islam dan belum bisa membaca huruf Arab, ia mengikuti saran ibunya dengan membaca ayat tersebut dalam versi latin.
“Saat itu aku non-Islam. Mama aku coba kasih amalan surat Al Isra ayat 44-48. Aku belum bisa baca (huruf) Arab atau apa pun,” kata Davina dalam sebuah wawancara di program Pagi Pagi Ambyar Trans TV.
Setelah rutin membaca ayat tersebut, Davina merasakan perubahan pada tubuhnya. Kelelahan yang sebelumnya dialami perlahan menghilang, dan kesehatannya kembali membaik.
Pengalaman itu membuatnya semakin tertarik mendalami Islam, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf saat SMA.
Davina Karamoy lahir pada 17 Agustus 2002 di Jakarta dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial 7 Hari Sebelum 17 Tahun. Sejak debut aktingnya pada 2018 di sinetron Tukang Ojek Pengkolan, ia terus aktif di dunia hiburan.
Beberapa karya terkenalnya antara lain The Other Side (2022), Perewangan (2024), dan Ipar Adalah Maut (2024) yang semakin melambungkan namanya.
Selain berkarier sebagai aktris, Davina juga menekuni dunia tarik suara dan kerap membagikan cover lagu di media sosial. Ia juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Bina Nusantara, jurusan PJJ Manajemen.*/LIA