MORI UTARA, HAWA – Keluhan warga Morowali Utara (Morut) yang selama ini harus “merantau” ke Kota Palu demi berobat jantung atau cuci darah, mendapat perhatian serius dari Bupati Delis Julkarson Hehi. Bupati menegaskan, masa-masa warga harus keluar uang banyak untuk sewa indekos di luar daerah saat sakit, harus segera berakhir.

Hal ini diungkapkan Bupati Delis saat meresmikan gedung baru Puskesmas Mayumba dan Pustu Desa Tamonjengi di Kecamatan Mori Utara, Kamis (29/1). Dalam pidatonya, dokter yang kini memimpin Morut ini bicara blak-blakan soal keprihatinannya melihat kondisi masyarakat.

“Saya kasihan warga Morowali Utara harus kos di Palu hanya untuk cuci darah. Bayangkan kalau jadwalnya tiga minggu sekali, mereka tidak pulang-pulang, harus bayar kos terus. Makanya, tahun ini alat cuci darah kita beli dan pasang di daerah sendiri supaya warga tidak susah lagi,” ujar Bupati Delis.

Tak hanya urusan cuci darah, Bupati juga memastikan layanan jantung di RSUD Kolonodale bakal naik kelas. Tahun ini, rumah sakit tersebut akan dilengkapi alat pasang cincin jantung (Cathlab) dan CT Scan.

Gebrakan ini sangat krusial, mengingat selama ini kasus darurat seperti stroke atau serangan jantung sering terlambat ditangani karena jarak rujukan ke Palu yang sangat jauh.

“Dulu kalau ada warga kena stroke atau trauma otak, kita bingung karena tidak punya CT Scan. Sekarang alatnya sudah kita siapkan. Kita ingin pastikan sarana kita layak, jadi pengobatan gratis dari pemerintah itu tidak bohong karena fasilitasnya memang tersedia,” tegasnya.

Ketegasan Bupati Delis tidak berhenti pada pengadaan alat mahal. Setelah menerima penghargaan kesehatan (UHC Utama) di Jakarta beberapa waktu lalu, ia langsung memanggil jajaran Dinas Kesehatan untuk membedah data lapangan.

Ia memerintahkan Kadis Kesehatan untuk mendata ulang titik-titik lemah di tingkat desa. Fokusnya mulai dari bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sudah tidak layak, hingga urusan ambulans yang sering mogok.

“Saya minta datanya sekarang. Di mana desa yang Pustunya belum layak? Di mana Puskesmas yang ambulansnya bermasalah? Kasih ke saya, karena saya mau bereskan semuanya tahun ini. Saya ingin tuntas, tidak ada lagi desa yang fasilitas kesehatannya tertinggal,” kata Delis.

Usai acara pengguntingan pita, Bupati Delis tidak langsung beranjak. Ia menyempatkan diri duduk melingkar bersama tokoh masyarakat Desa Mayumba. Di sana, ia mendengar langsung curhatan warga soal pelayanan di lapangan, memastikan bahwa gedung yang baru diresmikan itu benar-benar dibarengi dengan pelayanan yang ramah dan tuntas.*/LIA