TEHERAN, HAWA – Fakta terbaru dari tragedi serangan sekolah di Iran mulai terungkap ke publik. Amerika Serikat dan Israel dinilai bertanggung jawab atas pengeboman Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di Minab pada Sabtu (28/02) yang menewaskan ratusan siswi.
Insiden mematikan tersebut merupakan bagian dari invasi militer gabungan yang menargetkan ratusan lokasi di seluruh wilayah negara. Pemerintah setempat menyebut gempuran udara ini tidak hanya menghancurkan instalasi militer, tetapi juga menyasar fasilitas sipil, rumah sakit, dan infrastruktur energi secara masif.
“Pagi ini, sekolah dasar putri Shajre Tayyiba di kota ini diserang langsung oleh rezim Zionis, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah siswi,” kata Mohammad Radmehr, Gubernur Minab.
Menanggapi kecaman internasional terkait serangan sekolah di Iran tersebut, pihak Amerika Serikat mengaku sedang melakukan peninjauan lebih lanjut. Mereka mengklaim tidak pernah sengaja menjadikan area sipil sebagai sasaran tembak dalam operasi militer kali ini.
“Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya. Kami, tentu saja, tidak pernah menargetkan situs sipil, tapi kami sedang meninjau dan menyelidiki itu,” kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (05/03), otoritas kesehatan setempat mencatat lebih dari seribu orang tewas dan ribuan lainnya luka parah akibat agresi beruntun ini. Korban terbanyak berasal dari kalangan anak di bawah umur dan perempuan yang terjebak di area permukiman saat ledakan terjadi.
“Sebanyak 6.186 orang lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung antara 28 Februari hingga Selasa pukul 17.00 waktu setempat,” kata Hossein Kermanpour, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran.
Tim investigasi menemukan bahwa waktu evakuasi saat gempuran terjadi sangat singkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memverifikasi belasan serangan mematikan yang menghantam fasilitas kesehatan umum secara beruntun.
Skala kerusakan yang luas ini memicu desakan global agar pihak yang terlibat dalam serangan sekolah di Iran segera diadili. Tindakan menargetkan fasilitas pendidikan secara langsung melanggar hukum internasional dan masuk dalam kategori kejahatan perang.