JAKARTA, HAWA. Pemerintah Indonesia resmi menangguhkan seluruh diskusi terkait inisiatif Board of Peace Trump untuk rekonstruksi Gaza dan perdamaian Timur Tengah pada Selasa malam (03/03). Langkah ini diambil menyusul pecahnya perang antara militer Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang memaksa prioritas diplomasi beralih ke situasi darurat.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kondisi di Teheran kini menjadi fokus utama pemerintah dibandingkan negosiasi perdamaian jangka panjang. Tekanan dari publik di tanah air juga semakin menguat agar Indonesia menarik diri sepenuhnya dari program yang digagas Donald Trump tersebut.

“Semua diskusi terkait Board of Peace ditangguhkan karena fokus sepenuhnya beralih ke keadaan di Iran. Kami juga akan berdiskusi dengan sekutu kami di Teluk, karena mereka juga menghadapi serangan,” kata Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia.

Meski menghentikan sementara pembahasan Board of Peace Trump, Indonesia tetap menyatakan kesiapan mengirimkan 8.000 personel pasukan perdamaian ke Gaza. Pengiriman militer ini hanya akan dilakukan melalui jalur resmi mandat PBB dan wajib mendapatkan persetujuan penuh dari pihak Palestina.

Pemerintah kini sedang mengevaluasi manfaat keanggotaan permanen yang memerlukan biaya kontribusi hingga miliaran dolar tersebut. Jika visi stabilisasi kawasan sudah tidak relevan dengan situasi di lapangan, Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat untuk membatalkan keterlibatan Indonesia.

“Presiden menyatakan kami akan menilai sejauh mana Board of Peace masih dapat melaksanakan misinya. Jika tidak, maka kami akan mundur, itu sangat jelas,” kata Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia.

Inisiatif ini sebelumnya sempat disepakati di Davos pada (21/01) sebagai upaya mendorong solusi dua negara. Namun, eskalasi militer terbaru memicu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan rekomendasi pada (01/03) agar pemerintah segera keluar dari kesepakatan yang dinilai merugikan aspirasi politik Palestina.