JAKARTA, HAWA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya terhadap jumlah anak cucu Pertamina yang mencapai sekitar 200 entitas dalam struktur perusahaan. Beliau juga mempertanyakan regulasi yang melarang audit negara terhadap cucu perusahaan BUMN meski induknya wajib diperiksa secara ketat. Hal ini memicu dorongan kuat untuk melakukan konsolidasi besar melalui Danantara demi tata kelola yang lebih bersih.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Tasyakuran HUT ke 1 Danantara Indonesia di Jakarta Selatan pada 11/03. Beliau menilai fragmentasi struktur pada badan usaha milik negara tersebut sangat rawan menimbulkan penyimpangan karena sulit diawasi secara menyeluruh. Pemerintah kini fokus memperkuat audit dan menyatukan manajemen di bawah satu kendali tunggal.

“Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Prabowo menyoroti adanya aturan yang dianggap menjadi celah bagi praktik yang tidak transparan di level afiliasi BUMN. Beliau merasa heran mengapa hanya perusahaan induk yang diperbolehkan untuk diaudit oleh lembaga negara sedangkan level di bawahnya memiliki pengecualian. Penertiban aturan audit ini menjadi agenda prioritas dalam program transformasi ekonomi pemerintah.

“Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Berdasarkan data internal, PT Pertamina (Persero) sebenarnya telah melakukan perampingan dari 257 menjadi 242 perusahaan per Februari 2026. Langkah streamlining ini fokus pada pelepasan bisnis non-migas seperti perhotelan dan asuransi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Meski demikian, jumlah anak cucu Pertamina dinilai masih terlalu banyak dan perlu dikonsolidasi lebih lanjut.

Pemerintah menargetkan total entitas BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan akan dirampingkan menjadi hanya 300 entitas pada akhir 2026. Strategi ini terbukti memberikan dampak positif bagi keuangan negara dengan kenaikan Return on Asset hingga 300 persen sepanjang tahun 2025. Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan yang baik hanya bisa dicapai jika berada di bawah satu manajemen yang solid.