PALU, HAWA.ID – Anggota DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, SE., MM, menggelar penjaringan aspirasi masyarakat atau reses caturwulan I masa persidangan tahun 2026 untuk masa jabatan 2024–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Senin (2/1/2026).

Reses tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hendri Kusuma Muhidin, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu. Kehadiran lintas unsur ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan terkait pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, Dian, memaparkan sejumlah program bantuan bagi pelaku usaha mikro. Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan terdiri dari dua jenis, yakni bantuan peralatan usaha secara berkelompok dan bantuan usaha secara cuma-cuma yang diajukan melalui proposal.

“Usaha yang diajukan bisa beragam, asalkan memenuhi persyaratan seperti KTP dan izin usaha. Untuk bantuan peralatan, nilainya mencapai Rp25 juta,” ujar Dian. 

Ia menambahkan, pada tahun 2025 tercatat lebih dari 1.800 pelaku usaha telah menerima bantuan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat yang berminat dipersilakan untuk mengajukan proposal sesuai ketentuan.

Sementara itu, salah satu warga Tatura Utara, Ardin, menyampaikan keluhan terkait minimnya penerangan jalan di lorong-lorong permukiman. Menurutnya, masih banyak area yang gelap dan berisiko terhadap keamanan warga.

“Penerangan jangan hanya di jalan utama, lorong-lorong juga perlu diperhatikan karena risikonya tinggi,” ungkap Ardin.

Selain itu, Ardin juga menyoroti kuota Sekolah Rakyat di Kota Palu yang dinilai masih sangat terbatas. Saat ini, jumlah penerima baru sekitar 25 orang, sehingga ia berharap ke depan kuota dapat ditambah, terutama bagi masyarakat desil 1, 2, dan 3 yang rentan terhadap kemiskinan.

Ia juga meminta agar penyaluran bantuan sosial dilakukan lebih selektif dan tepat sasaran, serta disertai pengawasan agar bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

“Sering kali bantuan habis tanpa berdampak pada pendapatan. Proses seleksi perlu diperketat,” katanya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Nendra Kusuma Putra menyatakan akan menyampaikan seluruh masukan warga kepada instansi terkait, khususnya mengenai pemasangan lampu penerangan jalan di lorong-lorong permukiman.

“Aspirasi masyarakat akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan pemerintah agar dapat direalisasikan sesuai kewenangan,” tegas Nendra.

Reses ini diharapkan menjadi sarana efektif bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kebutuhan warga.LIA