PARIMO, MERECUSUAR – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parmout) memberikan penghargaan kepada puluhan tokoh pemekaran pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (10/4/2026).
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkab Parmout dalam menghormati jasa dan perjuangan panjang para tokoh dalam proses pembentukan daerah otonom.
Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pemekaran (Gempar), Muh. Awalunsyah A. Passau, BA, menyampaikan apresiasi terhadap langkah itu. Ia menilai bahwa upaya ini sebagai bentuk pengakuan atas sejarah panjang perjuangan.
“Ini merupakan political will dari Pemerintah Daerah untuk menghormati para pejuang pemekaran. Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas perhatian ini,” ujar Awalunsyah kepada wartawan usai menerima penghargaan.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah penting dalam memberikan penghargaan yang lebih layak kepada para tokoh yang terlibat dalam proses pemekaran daerah. Namun, ia menegaskan bahwa masih banyak nama lain yang juga memiliki kontribusi besar, tetapi belum seluruhnya mendapatkan kesempatan yang sama dalam penerimaan penghargaan.
“Masih ada tokoh-tokoh yang tidak terlihat di permukaan, tetapi tercatat dalam sejarah perjuangan. Mereka juga memiliki kontribusi besar,” kata Awalunsyah.
Disisi lain, Awalunsyah turut mendorong agar Pemerintah Daerah dapat melibatkan para tokoh pemekaran sebagai bagian dari mitra strategis dalam proses pembangunan ke depan. Sinergitas tersebut dinilai sangat penting agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan
Ia pun berharap, penghargaan yang diberikan tidak berhenti pada aspek seremonial. Akan tetapi diikuti dengan perhatian nyata terhadap kondisi sosial para tokoh pemekaran.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap para tokoh yang masih hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, terutama dukungan terhadap pendidikan anak-anak mereka.
“Salah satu bentuk perhatian yang kami harapkan adalah dukungan terhadap pendidikan anak-anak para tokoh pemekaran yang kurang mampu,” imbuh Awalunsyah.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 25 tokoh pemekaran dari Organisasi Gempar menerima penghargaan dari Pemkab Parmout. Adapun nama-nama penerima penghargaan tersebut yakni Muh. Awalunsyah A. Passau, Usman Yamin, Aidar Lapato, Sartan Sanusi, H. Erwin, Sugendi Samudin, Hamzah Tjakunu, Marzuk Hululo, Tasmin Repetente, Arifin Lamalindu, Arifin Mokodongan (alm), Markus Tumangke, Bahtiar Passau, Muhammad Hun Papeo (alm), Bakri B.J. Soda, Amran Soda, Karama Mussu Passau, Nasruddin, Asri Sidendreng, Nurdin Badja, Harith Tung, Ahluddin Ashabu, Bagindo Edy Tanjung (alm), Baharuddin H. Landu, serta Muhtar Tantu.
Pemkab Parmout juga telah merencanakan pemberian penghargaan lanjutan kepada 37 tokoh pemekaran lainnya pada peringatan HUT di 2027 mendatang. Gerakan pemekaran sendiri dimotori oleh sejumlah organisasi masyarakat seperti Gerakan Masyarakat Peduli Pemekaran (GEMPAR) dan AMUK, yang menjadi motor utama perjuangan aspirasi pembentukan daerah otonom.
Perjuangan tersebut telah melalui berbagai fase penting, mulai dari konsolidasi masyarakat, dukungan politik, hingga aksi-aksi massa yang pernah mewarnai perjalanan pemekaran. Puncak perjuangan itu akhirnya terwujud pada 10 April 2002, ketika Parigi Moutong resmi ditetapkan sebagai daerah otonom baru melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2002.***