MOROWALI, HAWA – PT Vale Indonesia di Morowali mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali melalui agenda buka puasa bersama di Port Facilities Bahomotefe, Selasa (10/03). Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus dialog strategis guna mendukung kelancaran proyek hilirisasi mineral nasional yang inklusif dan berkelanjutan bagi daerah.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali merupakan investasi senilai US$2 miliar. Proyek strategis ini mencakup pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) yang ditargetkan beroperasi bertahap pada 2026 hingga 2027.

“Capaian progres proyek yang sangat baik ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Morowali dan jajaran Forkopimda,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia Tbk.

Pencapaian pembangunan infrastruktur tambang PT Vale Indonesia di Morowali kini telah mencapai progres konstruksi sebesar 99 persen. Sementara itu, pembangunan fasilitas pengolahan HPAL terus berjalan sesuai rencana dengan progres mencapai sekitar 27 persen pada awal tahun ini.

Operasional PT Vale Indonesia di Morowali juga memberikan kontribusi ekonomi nyata melalui penjualan sekitar 2,2 juta ton bijih nikel sepanjang tahun berjalan. Perusahaan memastikan seluruh tahapan proyek tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di wilayah operasional PT Vale Indonesia.

Selain aspek teknis, perusahaan mengoperasikan fasilitas pembibitan atau nursery dengan kapasitas 700 ribu bibit per tahun untuk mendukung program reklamasi. Berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) juga dijalankan pada sektor kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur ekonomi lokal.

“Saya melihat bahwa PT Vale adalah salah satu perusahaan tambang yang benar-benar menunjukkan komitmen penuh,” kata Iksan Baharudin Abd Rauf, Bupati Morowali.

Bupati menambahkan bahwa koordinasi yang solid antara perusahaan, pemerintah, dan aparat keamanan berhasil menyelesaikan berbagai tantangan secara profesional. Kehadiran operasional perusahaan di wilayah Sambalagi dan Bungku Timur dinilai memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan.