JAKARTA, HAWA – Bank Indonesia mencatat realisasi penukaran uang Lebaran 2026 telah mencapai angka 91 persen dari total target dana yang disiapkan hingga 13/03/2026. Angka ini setara dengan Rp168,89 triliun dari total plafon sebesar Rp185,6 triliun yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perdana Rizali mengungkapkan bahwa jumlah penukar tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 1.076.282 orang telah memanfaatkan layanan penukaran uang Lebaran 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 85,4 persen.

“Tahun lalu, realisasi kami mencapai 89 persen. Tahun ini, hingga saat ini, sudah 91 persen. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu,” kata Perdana Rizali, Deputi Gubernur BI.

Peningkatan permintaan uang tunai pecahan kecil ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap kondisi perekonomian nasional yang terus membaik. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bank Indonesia telah memperluas titik layanan dari 5.202 lokasi menjadi 9.294 titik di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami meningkatkan jumlah ini karena kami memperkirakan bahwa perekonomian akan membaik tahun ini, sehingga kebutuhan masyarakat juga akan meningkat,” kata Perdana Rizali, Deputi Gubernur BI.

Selain melalui kantor bank dan masjid, masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia untuk mendapatkan jadwal penukaran uang Lebaran 2026. BI juga menghadirkan program SERAMBI Peduli Mudik di 55 titik strategis seperti bandara, pelabuhan, dan rest area pada 16/03/2026 hingga 17/03/2026.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Muh. Anwar Bashori menyatakan perluasan titik layanan dilakukan sebagai respons cepat atas tingginya animo masyarakat. Program tahunan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri ini memastikan ketersediaan uang layak edar di jalur mudik utama.

“Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia masih sangat baik, dengan jumlah penukaran yang terus meningkat hingga saat ini,” kata Perdana Rizali, Deputi Gubernur BI.