Sahabat Hawa, pernahkah Anda kesal karena pasangan lupa membuang sampah atau pulang malam tanpa kabar, tapi takut bilang takut ribut? Komunikasi asertif jadi kunci. Teknik ini memungkinkan kita ungkap perasaan jujur tanpa nyakitin hati pasangan. Kunjungi HAWA untuk tips relationship sehari-hari.
Apa Itu Komunikasi Asertif?
Komunikasi asertif berarti bicara apa adanya dengan hormat. Kita ungkap kebutuhan sendiri tanpa menyerang atau pasif diam saja. Bukan agresif yang bikin pasangan defensif, juga bukan pasif yang simpan dendam.
Psikolog klinis Indonesia, Dra. Rose Fauziana, menjelaskan, “Komunikasi asertif tingkatkan kepuasan hubungan hingga 60%, karena saling dengar.” Sahabat Hawa yang sibuk kerja, ini bantu jaga emosi stabil.
Selain itu, teknik ini pakai “aku rasa” bukan “kamu salah“. Misalnya, “Aku rasa sedih kalau kamu pulang malam tanpa pesan,” daripada “Kamu egois!“. Hasilnya, pasangan lebih terima masukan.
Manfaat untuk Hubungan
Komunikasi asertif kurangi salah paham. Pasangan merasa dihargai, bukan disalahkan. Hubungan jadi lebih intim karena terbuka. Menurut American Psychological Association, pasangan yang asertif alami konflik 40% lebih sedikit.
Di sisi lain, bagi wanita karier seperti kita, ini hemat energi. Tak lagi simpan emosi saat multitasking urus rumah dan kantor. Percaya diri naik, pertengkaran reda cepat. Sahabat Hawa, bayangkan tegur soal keuangan rumah tangga tanpa drama malam hari.
Langkah Praktis Menegur Pasangan
Pertama, pilih waktu tepat. Jangan saat pasangan capek pulang kerja. Katakan, “Boleh kita ngobrol sebentar sekarang?” Mulai dengan positif, seperti “Aku senang kamu bantu masak kemarin.“
Kedua, pakai rumus DEAR MAN. D (Describe): Gambarkan fakta. “Kamu sering lupa cuci piring.” E (Express): Ungkap perasaan. “Aku merasa capek sendiri.” A (Assert): Minta jelas. “Tolong kerjakan setelah makan.” R (Reinforce): Beri reward. “Aku bakal lebih happy.” MAN: Fokus mata, suara tenang, negosiasi.
Namun, dengar balasan pasangan. Tanyakan, “Kamu merasa gimana?” Ini bikin dialog dua arah. Dra. Rose Fauziana tambahkan, “Latihan mingguan bikin komunikasi asertif jadi kebiasaan alami.”
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan pasangan boros belanja online. Tegur asertif: “Aku lihat tagihan naik bulan ini. Aku khawatir tabungan kita habis. Bisa kita buat anggaran bareng?” Pasangan tak defensif, malah setuju diskusi.
Sementara itu, kalau soal waktu bersama anak. “Aku senang kamu kerja keras. Tapi anak kangen main sama Papa. Gimana kalau weekend kita quality time?” Hasilnya harmonis.
Tips Tambahan untuk Sukses
Latih napas dalam sebelum bicara agar tenang. Hindari kata “selalu” atau “tidak pernah” yang picu emosi. Catat poin bicara di notes hp kalau grogi. Sahabat Hawa, praktikkan di cermin dulu.
Selain itu, apresiasi pasangan sering-sering. “Terima kasih ya udah dengerin.” Ini bangun trust. Dengan komunikasi asertif, hubungan makin kuat meski ada masalah.
Sahabat Hawa, coba terapkan mulai hari ini. Hubungan harmonis bantu karier lancar juga. Lihat tips lain di HAWA.