JAKARTA, HAWA – Penyelenggaraan ajang apresiasi polisi teladan, Hoegeng Awards 2026, resmi memasuki tahap pendaftaran mulai 27 Januari 2026. Dalam edisi kelima ini, panitia memfokuskan penjaringan usulan pada lima kategori utama, dengan penekanan khusus pada pencarian sosok polisi yang dinilai berkontribusi nyata dalam perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Program yang merupakan kerja sama antara Polri dan salah satu media nasional ini mengadopsi nilai-nilai keteladanan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Penyelenggaraan ini ditujukan untuk memetakan personel berprestasi di lapangan melalui perspektif dan usulan langsung dari masyarakat.
Kategori “Polisi Pelindung Perempuan dan Anak” menjadi salah satu poin sentral dalam penjaringan tahun ini. Anggota Polri yang diusulkan pada kategori tersebut akan dinilai berdasarkan aksi nyata dalam penegakan hukum yang berpihak pada korban serta upaya perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk lansia.
Selain itu, empat kategori lain yang turut dibuka adalah Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Berintegritas, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman yang menitikberatkan pada pengabdian di wilayah terluar Indonesia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan catatan khusus terkait penyelenggaraan ajang ini. Ia menyatakan bahwa Hoegeng Awards menjadi momentum bagi institusi untuk terus melakukan perbaikan internal melalui masukan publik.
“Kami berkomitmen, yang baik diberikan reward, namun yang melanggar kami tidak ragu memberikan punishment. Jejak keteladanan almarhum Jenderal Hoegeng diharapkan terus mendorong motivasi bagi seluruh jajaran Polri untuk melakukan yang terbaik,” ungkap Jenderal Sigit.
Ia juga mengakui integritas para personel yang terjaring dalam ajang ini seringkali menjadi contoh bagi pimpinan di institusi kepolisian.
Proses penjaringan dilakukan secara digital melalui kanal yang telah disediakan hingga menjelang pengumuman puncak pada Juli 2026. Setelah data usulan tervalidasi, proses seleksi akan dilanjutkan oleh Dewan Pakar yang terdiri dari berbagai tokoh masyarakat di luar institusi Polri.
Hasil penyaringan akan mengerucut pada 15 besar kandidat yang profilnya akan dipublikasikan untuk mendapatkan uji publik. Langkah ini diambil untuk memastikan calon penerima penghargaan memiliki rekam jejak yang kredibel dan dampak nyata bagi masyarakat sebelum akhirnya ditetapkan lima pemenang utama.*/LIA