PARIGI MOUTONG, HAWA – Kebakaran hutan dan lahan kembali melalap kawasan puncak Gunung Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu (1/2).
Kobaran api mulai terpantau membesar sekitar pukul 14.00 WITA dan menyebar cepat di area puncak yang penuh vegetasi kering. Sekitar satu hektare lahan yang didominasi rumput dan pepohonan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Meskipun aparat desa dan Bhabinkamtibmas sudah bergerak ke lokasi, upaya pemadaman langsung terpaksa gagal. Medan yang ekstrem dan ketiadaan akses jalan menuju titik api menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan.
“Lokasi kebakaran berada di puncak gunung, jaraknya jauh dan tidak ada akses jalan. Personel hanya bisa melakukan pemantauan dari kejauhan,” ujar Yadin, Sekretaris Desa Jononunu, Minggu sore.
Hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa aktivitas pembukaan lahan oleh oknum warga memicu munculnya api. Kondisi cuaca panas serta tiupan angin kencang mempercepat penjalaran api sehingga sulit terkendali secara manual.
Peristiwa di Gunung Jononunu ini menambah daftar panjang kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut sejak awal 2026. Sebelumnya, pada 18 Januari, api melahap lahan di Desa Ambason Mekar, Kecamatan Tinombo, yang memaksa tim BPBD bekerja hingga malam hari.
Rentetan kebakaran berlanjut pada periode 25 hingga 28 Januari di Desa Baliara, Desa Binangga, dan sebagian wilayah Jononunu lainnya. Bahkan, pada akhir Januari lalu, terjadi tiga kebakaran sekaligus dalam sehari yang menghanguskan dua hektare lahan di Parigi Barat dan Parigi Selatan.
Kapolsubsektor Parigi Utara, IPDA Andri J Terok, menegaskan bahwa kepolisian terus memantau situasi di puncak Gunung Jononunu secara intensif. Pihaknya sedang mengumpulkan bahan keterangan untuk menyelidiki unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Dampaknya sangat berbahaya dan pelaku berpotensi terkena sanksi hukum tegas,” tutur IPDA Andri.
Kepolisian juga mendorong Dinas Kehutanan dan instansi terkait untuk segera menurunkan personel tambahan guna penanganan terpadu. Hingga berita ini naik, titik api di puncak gunung masih menyala dan terus mendapat pengawasan ketat dari aparat gabungan.*/LIA