JAKARTA, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid desak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto tuntaskan akses internet di 606 desa blank spot.
Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (19/1). Gubernur tekankan digitalisasi desa sebagai fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Gubernur Anwar Hafid sampaikan langsung persoalan keterbatasan akses internet yang hambat pembangunan desa. Ia jelaskan, 606 desa blank spot alami kesulitan akses layanan publik dan pemasaran produk lokal. Selain itu, infrastruktur dasar seperti jembatan penghubung masih kurang memadai di banyak wilayah.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto respons positif terhadap desakan Gubernur Anwar Hafid. Ia nyatakan kesiapan pemerintah pusat bantu atasi blank spot internet di Sulawesi Tengah.
“Masalah yang disampaikan Pak Gubernur justru harus kita jadikan peluang. Soal internet, listrik, hingga kesiapan lahan Koperasi Desa, semua ini akan kita kawal bersama,” kata Yandri Susanto, Mendes PDT, pada Senin.
Yandri Susanto rencanakan kunjungan langsung ke Sulawesi Tengah bersama jajaran kementerian. Kunjungan tersebut tinjau kondisi desa blank spot secara langsung. Selain itu, kunjungan kawal program strategis nasional seperti Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih agar optimal.
Meskipun begitu, Gubernur Anwar Hafid apresiasi komitmen Mendes PDT. Dukungan pusat ini beri harapan baru bagi masyarakat 606 desa blank spot.
“Kami berharap afirmasi dari pemerintah pusat ini dapat menjadi solusi nyata bagi percepatan digitalisasi desa di Sulawesi Tengah, sehingga pembangunan desa benar-benar merata dan berkelanjutan,” kata Anwar Hafid.
Kepemimpinan Anwar Hafid dapatkan pujian dari Yandri Susanto. Pengalaman panjang Gubernur dari tingkat desa hingga nasional jadi modal percepatan pembangunan. Kemudian, audiensi hadiri Wakil Mendes PDT Ariza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta pejabat tinggi kementerian lainnya.
Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah bentuk 1.981 unit di Sulawesi Tengah. Angka ini sesuaikan dengan 1.842 desa dan 175 kelurahan di provinsi tersebut. Namun, tantangan akses internet masih hambat operasional koperasi di 606 desa blank spot.
Pemerintah daerah kini kuatkan kapasitas pengurus koperasi melalui peningkatan SDM dan kelembagaan. Selain itu, proses sediakan lahan kantor koperasi dan gerai sembako gunakan Dana Desa serta Dana Bagi Hasil. Langkah ini dorong ekonomi desa maju meskipun kendala infrastruktur.
Digitalisasi desa jadi keharusan agar tidak tertinggal dari kota, tegas Yandri Susanto. Gubernur Anwar Hafid dorong percepatan ini sejak awal kepemimpinannya. Audiensi ini tandai komitmen bersama atasi 606 desa blank spot Sulteng secara bertahap.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) fasilitasi program nasional ini melalui situs resmi Kemendesa. Upaya kolaborasi pusat-daerah harap wujudkan kedaulatan digital di desa-desa terpencil Sulawesi Tengah.**