JAKARTA, HAWA – ChatGPT dari OpenAI kutip Grokipedia milik Elon Musk sebagai sumber jawaban pada topik sensitif seperti politik Iran dan Holocaust, ungkap laporan Guardian pada 24 Januari 2026.
Tes tersebut temukan AI ini hindari kutipan serupa pada isu seperti kerusuhan Capitol 6 Januari. Fenomena ini picu kekhawatiran penyebaran misinformasi melalui AI.
Peneliti Guardian uji GPT-5.2, model terbaru OpenAI yang rilis Desember 2025, dengan lebih dari selusin pertanyaan. ChatGPT kutip xAI sebanyak sembilan kali untuk klaim pemerintah Iran terkait perusahaan telekom MTN-Irancell dan biografi sejarawan Inggris Sir Richard Evans. Sementara itu, AI ini tidak gunakan Grokipedia saat tanya soal bias media terhadap Donald Trump.
Grokipedia, peluncuran xAI pada Oktober 2025, hadapi kritik keras sejak awal. Analisis Cornell University temukan situs ini kutip Stormfront, situs neo-Nazi, sebanyak 42 kali, Infowars 34 kali, dan VDare 107 kali.
Selain itu, Grokipedia tampilkan 12.522 kutipan dari sumber bercredibilitas rendah menurut penelitian akademik. Berbeda dengan Wikipedia yang edit komunitas manusia, Grokipedia andalkan AI pusat dengan saran edit pengguna via formulir.
Selektivitas ChatGPT tambah kontroversi. Guardian catat AI ini pilih Grokipedia untuk topik kurang populer, sementara hindari pada isu terkenal. Hal ini tunjukkan kemungkinan bobot algoritma atau data training memengaruhi pilihan sumber.
Namun, Claude dari Anthropic juga kutip Grokipedia untuk topik seperti produksi minyak dan bir Skotlandia.
“Fitur pencarian web kami tarik dari berbagai sumber publik dan pandangan luas,” kata OpenAI dikutip dari Guardian.
Perusahaan terapkan filter keamanan untuk kurangi risiko tautan berbahaya. Meskipun begitu, peneliti khawatir ketergantungan AI pada Grokipedia tingkatkan risiko bias ideologis.
xAI, perusahaan Elon Musk, belum beri komentar spesifik. Jurubicara xAI balas standar ke media: “Legacy media lies.” Kritik ini lanjutkan perdebatan soal bias Wikipedia yang picu lahirnya Grokipedia sebagai alternatif AI-driven.
Fenomena ChatGPT Grokipedia ini ingatkan risiko misinformasi di era AI. Pengguna AI profesional kini waspadai sumber kutipan. Penelitian lanjutan butuh untuk ukur dampak jangka panjang terhadap kredibilitas informasi digital.*/LIA