Pernah tidak, Sahabat HAWA merasa sudah mencoba semua merek skincare mahal, tapi cermin justru menunjukkan wajah yang tetap kusam dan terlihat lelah? Rasanya seperti menabung di lubang bocor. Kita sibuk memoles dari luar, sementara “sampah” di dalam tubuh menumpuk tanpa pernah dibersihkan. Padahal, rahasia kulit bening itu bukan ada di dalam botol serum, melainkan di jam dinding dapur kita.
Kita sering terjebak dalam siklus makan karena lapar mata atau sekadar bosan. Padahal, tubuh butuh waktu istirahat untuk membuang racun yang selama ini bikin hormon berantakan. Inilah alasan mengapa manfaat Intermittent Fasting atau IF mulai banyak dilirik bukan sekadar untuk mengecilkan lingkar pinggang, melainkan sebagai detoksifikasi alami yang paling ampuh bagi wanita Indonesia yang hobi jajan gorengan dan boba.
Masalahnya, banyak yang mengira IF itu menyiksa. Padahal, kuncinya bukan pada seberapa sedikit kita makan, tapi kapan kita memberi jeda.
Saat kita berhenti makan selama 16 jam, misalnya terakhir makan jam 8 malam dan baru makan lagi jam 12 siang esoknya, tubuh kita masuk ke fase “pembersihan besar-besaran”. Proses ini disebut autofagi. Bayangkan ada pasukan pembersih mungil yang mendatangi sel-sel kulit mati dan memperbaikinya dari dalam. Tanpa disadari, jerawat hormonal yang biasanya mampir setiap bulan pun perlahan berkurang karena kadar gula darah yang lebih stabil.
Namun, detoks bukan soal fisik saja. Dr. Jason Fung, seorang pakar kesehatan yang mempopulerkan puasa periodik, menyebutkan bahwa memberikan jeda makan membantu tubuh mereset sensitivitas insulin. Bagi kita para wanita, insulin yang stabil adalah kunci agar mood tidak naik-turun dan kulit tidak gampang meradang. Jadi, jangan heran kalau setelah rutin mencoba, Anda merasa lebih tenang menghadapi kemacetan atau drama di kantor.
Tapi, jangan langsung memaksakan diri.
Mulailah dengan jendela makan yang ramah untuk pemula, misalnya 12 jam dulu. Kalau sudah terbiasa, naikkan perlahan. Pastikan saat jam makan tiba, Sahabat Hawa tidak “balas dendam” dengan makan sembarangan. Pilihlah nutrisi yang benar-benar memeluk tubuh, bukan yang sekadar memanjakan lidah sesaat.
Rasanya memang menantang di awal, terutama saat aroma nasi goreng tetangga tercium di pagi hari. Namun, bayangkan saat Anda bangun tidur dengan perasaan ringan, perut tidak begah, dan wajah yang tampak merona alami bahkan sebelum memakai foundation. Itulah hadiah yang sedang tubuh Anda siapkan.
Menjadi cantik dan sehat tidak harus selalu tentang menambah sesuatu, terkadang ini tentang merelakan dan memberi ruang bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Sahabat Hawa berhak mendapatkan versi diri yang paling segar, bukan karena paksaan diet yang menyiksa, tapi karena cinta yang kita berikan lewat waktu istirahat bagi tubuh.
Sudah siap mencoba “puasa cantik” mulai malam ini?