JAKARTA, HAWA. Bocoran harga iPhone Fold yang diperkirakan meluncur pada September 2026 mulai terungkap ke publik dengan estimasi tertinggi mencapai Rp 49,3 juta. Perangkat layar lipat perdana dari raksasa teknologi Amerika Serikat ini kabarnya akan hadir dalam tiga varian kapasitas penyimpanan utama untuk bersaing di pasar ponsel kelas premium global.
Berdasarkan data riset terbaru, varian terendah dengan kapasitas 256GB diprediksi dijual sekitar Rp 39,5 juta, sedangkan model 1TB menembus angka hampir Rp 50 juta. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan jajaran ponsel flagship lainnya karena didorong oleh tingginya biaya produksi material engsel logam cair dan panel layar yang semakin kompleks.
“Estimasi harga iPhone Fold mencapai USD 2.399, berdasarkan analisis rantai pasok dan margin keuntungan Apple,” kata Fubon Research, Lembaga Riset Keuangan.
Kenaikan harga komponen RAM menjadi faktor penentu lainnya setelah pihak Samsung Electronics selaku pemasok menaikkan harga modul memori 12GB miliknya secara signifikan. Tingginya permintaan perangkat berbasis kecerdasan buatan di seluruh dunia memaksa Apple membayar biaya dua kali lipat untuk memastikan pasokan komponen tetap tersedia.
“Samsung berhasil menegosiasikan harga yang jauh lebih tinggi daripada kontrak memori sebelumnya dengan Apple, karena pasokan memori global yang ketat akibat pembangunan server AI,” kata The Bell, Media Korea Selatan.
Dari sisi spesifikasi, perangkat ini akan menggunakan chip A20 Pro dengan fabrikasi 2nm dan layar utama berukuran 7,8 inci saat dibuka. Apple juga dirumorkan menyematkan baterai berkapasitas besar hingga 5.800 mAh guna menunjang performa layar luas serta konektivitas modem 5G terbaru untuk mendukung bocoran harga iPhone Fold yang fantastis tersebut.