PALU, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momentum Anwar Hafid Idulfitri 1447 Hijriah sebagai titik awal memperkuat nilai kebersamaan dan keikhlasan. Pesan bermakna tersebut disampaikan saat pelaksanaan ibadah di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, pada Sabtu (21/03).
Anwar Hafid menggambarkan Ramadan sebagai sebuah perjalanan spiritual mendalam bagi umat Muslim di Tanah Tadulako yang kini telah usai. Perayaan Anwar Hafid Idulfitri tahun ini diharapkan menjadi ruang refleksi atas kualitas keimanan yang telah ditempa selama satu bulan penuh.
“Sekarang kendaraan bernama Ramadan sudah meninggalkan Tanah Tadulako, meninggalkan kita semua dengan perasaan rindu yang mendalam,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Ia menekankan bahwa berakhirnya Ramadan bukan sekadar selesainya rutinitas ibadah, melainkan pengingat untuk terus menjaga konsistensi ketakwaan. Semangat Anwar Hafid Idulfitri juga diharapkan membawa perubahan positif bagi karakter masyarakat di masa depan.
“Ramadan yang kita cintai telah pergi dan semoga kita semua bisa berjumpa kembali dengan keadaan yang sehat,” tutur Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh amal ibadah yang telah dijalankan mendapatkan rida dan diterima oleh Allah SWT. Momentum Anwar Hafid Idulfitri ini sekaligus menjadi ajakan bagi warga untuk membuka pintu maaf seluas-luasnya demi persatuan daerah.
“Di hari raya yang fitri ini, semoga segala amal ibadah kita kemarin di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT,” ujar Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Kegiatan salat berjamaah di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung tertib dengan dihadiri ribuan jamaah. Kehadiran gubernur di tengah rakyat menjadi simbol kuatnya harmoni sosial dan komitmen kepemimpinan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.